Jalan Provinsi di Krayan Rusak Parah, Pengiriman BBM Tersendat

Jalan Provinsi di Krayan Rusak Parah, Pengiriman BBM Tersendat

Oktavian Balang - detikKalimantan
Senin, 23 Mar 2026 19:09 WIB
Sebuah mobil amblas di Jalan Provinsi wilayah Krayan. (Istimewa)
Foto: Sebuah mobil amblas di Jalan Provinsi wilayah Krayan. (Istimewa)
Nunukan -

Ruas jalan provinsi yang menghubungkan jalur Lembudud-Long Layu-Desa Binuang di Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) rusak parah. Warga khawatir kelumpuhan akses lalu lintas darat ini membuat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) terputus, hingga aliran listrik padam.

Camat Krayan Selatan, Oktovianus Ramli menceritakan kondisi jalan saat ini sudah dalam tahap darurat. Sebab, jalan sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Kelumpuhan ini berdampak langsung pada terhentinya suplai BBM untuk mesin pembangkit listrik milik PT PLN.

"Stok BBM PLN cukup untuk minggu ini, setelah itu PLN padam. Betul sekali, darurat tidak ada lagi alternatif jalan lain," kata Oktovianus kepada detikKalimantan, Senin (23/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oktovianus menjelaskan, proses distribusi BBM dari Long Bawan ke Krayan Selatan lumpuh akibat tiga kendala utama. Pertama, tidak ada sopir yang bersedia melangsir BBM karena medan yang dinilai terlalu ekstrem. Kedua, tingginya risiko kerusakan membuat para sopir meminta kenaikan ongkos angkut.

"Ketiga, mobil yang biasa melangsir BBM ke Krayan Selatan ada 3 unit, dan ketiganya saat ini kondisinya rusak, posisinya ditinggal di tengah jalan Long Layu-Lembudud," ungkapnya.

Parahnya kerusakan jalan ini membuat waktu tempuh menjadi tidak masuk akal. Perjalanan dari Layu ke Long Bawan yang pada kondisi normal hanya memakan waktu 1 jam 20 menit, kini membengkak menjadi 13 jam perjalanan.

Bahkan, banyak kendaraan yang terpaksa putar balik karena tak sanggup menembus kubangan lumpur menuju Layu.

"Soal krisis ini, kami sudah melakukan koordinasi intensif dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kaltara. Mohon solusi cepat dari pemerintah provinsi, karena ini adalah link jalan provinsi Kaltara," imbuhnya.

Keluhan serupa datang dari Penyalur BBM Krayan Tengah dan Selatan, Rustam. Ia menegaskan bahwa suplai BBM sebenarnya aman dan tersedia, namun logistik tertahan sepenuhnya di Long Bawan akibat akses jalan yang hancur lebur.

"Ya memang kondisi jalan sangat-sangat parah, sudah di puncak parahnya. Bukan kelangkaan BBM, tapi kondisi jalan membuat kendaraan tidak sanggup dengan medan sekarang," terang Rustam.

Menurutnya, armada pengangkut BBM membutuhkan waktu hingga tiga hari hanya untuk mencapai tujuan, belum termasuk perjalanan pulang. Banyak kendaraan yang dipaksa melintas akhirnya mengalami kerusakan berat.

"Banyak kendaraan rusak di jalan karena dipaksa. Saya punya satu unit bahkan sampai ganti mesin," keluhnya.

Rustam mengaku memaklumi jika ada sebagian masyarakat yang mengeluh terkait keterlambatan BBM, namun ia berharap warga memahami realita di lapangan. Ia berharap krisis logistik ini mendapat perhatian pemerintah daerah hingga pusat.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads