4 Faktor yang Bikin BBM Telat Banget Sampai Krayan

4 Faktor yang Bikin BBM Telat Banget Sampai Krayan

Oktavian Balang - detikKalimantan
Senin, 16 Mar 2026 20:30 WIB
Jalan rusak di Krayan
Jalan rusak di Krayan/Foto: Istimewa
Nunukan -

Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kembali menjadi sorotan. Warga Krayan Selatan mengeluhkan keterlambatan pasokan hingga dua bulan. Sementara itu, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Binuang, Krayan Tengah, tak kunjung beroperasi meski fisik bangunan telah rampung sejak Desember 2025.

Penyalur BBM Krayan Tengah dan Selatan, Rustam, buka suara soal masalah itu. Ia membeberkan keterlambatan pasokan ke Krayan Selatan bukan tanpa alasan.

"Ada empat faktor krusial yang saling berkaitan, mulai dari masalah armada udara hingga infrastruktur darat yang hancur lebur. Pertama, adalah penyesuaian jadwal pesawat pasca-insiden jatuhnya Pelita Air pada Februari lalu. Saat ini, distribusi bergantung pada pesawat yang sebelumnya dioperasikan pihak PLN," ucap Rustam kepada detikKalimantan, Senin (16/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktor kedua dan ketiga adalah cuaca ekstrem serta kondisi jalan tanah yang kini berubah menjadi kubangan lumpur. "Kondisi jalan sangat tidak layak dilewati, rusak parah seperti melewati kubangan. Waktu tempuh saat ini mencapai 2 hingga 3 hari perjalanan," jelasnya.

Kondisi ini memaksa kendaraan penyalur harus berkonvoi. Akibat jalur ekstrem tersebut, Rustam mengaku harus merogoh kocek minimal Rp 5 juta untuk sekali jalan di luar gaji sopir.

"Jadi, dana tersebut habis untuk biaya logistik di jalan dan penggantian suku cadang yang sering rusak mendadak, seperti bearing roda, drive shaft (as roda), hingga kampas rem," rincinya.

Rustam membeberkan, BBM jenis Pertalite dan Solar untuk SPBU tersebut bahkan sudah ditebus sejak akhir tahun lalu, namun tertahan dan tak bisa didistribusikan dari Bandara Long Bawan.

"Belum beroperasi karena belum ada kesepakatan harga ongkos angkut dari Bandara Long Bawan ke SPBU Krayan Tengah. Tentu dampaknya BBM bersubsidi belum dinikmati masyarakat," keluh Rustam.

Ia juga mengaku terbebani secara moral karena terus didesak oleh masyarakat, Kepala Adat, hingga Camat setempat yang mempertanyakan kapan SPBU Binuang beroperasi. Berdasarkan komunikasinya dengan PT Patra Logistik, tertahannya biaya mobilisasi ini lantaran belum adanya kesepakatan dengan PT Pertamina Patra Niaga.

"Malu karena terlalu sering ditanya, terus kita tidak bisa menjawab ini karena yang menentukan semua adalah Pertamina Patra Niaga," ungkapnya.

Merespons keluhan tersebut, Sales Branch Kaltimut V Fuel PT Pertamina Patra Niaga, Muhammad Naufal Atiyah, memastikan pihaknya tengah memproses penyelesaian administrasi untuk SPBU Semaring Energi Borneo di Krayan Tengah.

"Saat ini masih dalam tahap tindak lanjut terkait penetapan ongkos angkut serta menunggu penerbitan surat penugasan dari tim pusat," kata Naufal.

Naufal menjanjikan SPBU tersebut akan segera beroperasi dalam waktu dekat, mengingat proses penebusan BBM oleh pengelola sudah dilakukan.

"SPBU tersebut direncanakan akan segera beroperasi dalam waktu dekat," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menikmati Hangatnya Kebersamaan di Desa Seputuk, Kalimantan Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads