Cuaca Lagi Panas Banget, Ini Penjelasan BMKG

Nafilah Sri Sagita - detikKalimantan
Minggu, 22 Mar 2026 10:44 WIB
Ilustrasi panas musim kemarau/Foto: Getty Images/iStockphoto/Pheelings Media
Balikpapan -

Belakangan ini, sejumlah wilayah di Indonesia dilanda cuaca panas menyengat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi tersebut bukanlah gelombang panas (heatwave).

"Fenomena yang terjadi saat ini bukan gelombang panas, melainkan peningkatan suhu udara," beber Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, ditulis Minggu (22/3/2026).

Menurut Andri, kenaikan suhu yang terjadi masih tergolong wajar mengingat Indonesia merupakan wilayah tropis. Ia menegaskan, gelombang panas umumnya terjadi di wilayah subtropis dengan suhu ekstrem yang berlangsung beberapa hari berturut-turut.

"Di Indonesia, variasi suhu relatif kecil dan pembentukan awan serta hujan masih cukup sering terjadi," jelasnya.

Tak hanya itu, BMKG mengungkapkan periode Maret hingga Mei memang identik dengan suhu udara yang terasa lebih panas. Hal ini dipengaruhi posisi matahari yang berada di sekitar ekuator.

Lalu berkurangnya tutupan awan pada siang hari dan kondisi angin yang relatif lemah membuat pemanasan permukaan bumi menjadi lebih optimal. Wilayah perkotaan juga mengalami panas yang lebih intens akibat fenomena urban heat island.

Kondisi ini membuat kawasan padat bangunan menyimpan panas lebih lama, sehingga udara terasa semakin gerah, terutama pada siang hingga sore hari.

Kalimantan 36,4 derajat Celsius

BMKG mencatat suhu panas terjadi di berbagai wilayah pada 12-15 Maret 2026. Di antaranya Jawa Barat mencapai 37,2 derajat Celsius, Kalimantan 36,4 derajat Celsius, Banten 36,2 derajat Celsius, dan Jawa Timur sekitar 35 derajat Celsius.

Naiknya suhu ini juga dipengaruhi pergeseran distribusi hujan ke wilayah Indonesia bagian timur. Dampaknya, beberapa daerah mengalami tutupan awan lebih sedikit sehingga paparan sinar matahari menjadi lebih maksimal.

Selain itu, fenomena anomali radiasi gelombang panjang keluar (Outgoing Longwave Radiation/OLR) yang bernilai positif turut menandakan minimnya pertumbuhan awan di sejumlah wilayah. Meski cuaca panas masih berpotensi berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, BMKG menyebut peluang hujan lokal tetap ada, terutama pada siang hingga sore hari.

Dalam periode 17-23 Maret 2026, cuaca di Indonesia diperkirakan didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.

Daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, hingga Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Selain itu, hujan juga berpotensi terjadi di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca panas. Warga diminta memperbanyak konsumsi air, mengurangi aktivitas di bawah sinar matahari pada siang hari, serta rutin memantau informasi cuaca terbaru.

"Karena kondisi atmosfer saat ini masih dinamis, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu," tutup Andri.

Baca selengkapnya di sini.



Simak Video "Video: Cuaca Panas di Majalengka, Tukang Service AC Diburu Warga"

(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork