Pidato Benjamin Netanyahu tentang agresi menuai kecaman dari Iran. Dalam pidato tersebut, Netanyahu berbicara tentang agresi militer dan membandingkan Yesus Kristus dengan Genghis Khan.
Dikutip detikcom dari Anadolu pada Sabtu (21/3/2026), pidato Netanyahu itu disiarkan di televisi Israel pada Kamis (19/3/2026). Netanyahu mengatakan bahwa Yesus Kristus tidak lebih unggul daripada Genghis Khan dan bahwa kejahatan bisa mengungguli kebaikan.
"Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan atas Genghis Khan. Karena jika Anda cukup kuat, cukup kejam, cukup berkuasa, kejahatan akan mengalahkan kebaikan. Agresi akan mengalahkan moderasi," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Luar Negeri Iran Abbad Araghchi menilai bahwa pernyataan Netanyahu itu merupakan penghinaan luar biasa terhadap Yesus Kristus atau Nabi Isa AS. Araghchi juga mengingatkan bahwa selama ini kekuatan Israel ditopang oleh Amerika Serikat (AS) yang jumlah penduduk penganut Kristennya sangat besar.
"Bagi seorang pria yang sangat bergantung pada niat baik umat Kristen di Amerika Serikat, penghinaan terbuka Netanyahu terhadap Yesus Kristus sangat luar biasa," tulis Araghchi di media sosial X.
Araghchi menambahkan, pujian Netanyahu untuk Genghis Khan dinilai berlebihan. Dia mengingatkan bahwa Genghis Khan dikenal sebagai salah satu pembantai terburuk.
"Pujian tanpa batas Perdana Menteri Israel terhadap Genghis Khan, "pembantai terburuk yang pernah dilihat kawasan kita, juga sesuai dengan statusnya saat ini sebagai buronan penjahat perang," lanjutnya.
Ketegangan antara Iran dan Israel-AS masih berlangsung. Terbaru, Iran menembakkan dua rudal balistik ke arah pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia di Samudera Hindia. Menurut laporan The Wall Street yang dilansir Sabtu (21/3/2026), dua rudal itu tidak kena sasaran. Namun, mengingat jarak Diego Garcia sejauh 2.500 mil dari Iran, serangan ini menunjukkan bahwa Teheran memiliki rudal dengan jangkauan lebih jauh daripada yang diperkirakan.
Sementara itu, militer Israel melancarkan serangan dan mengklaim menargetkan rezim Iran di Teheran. Pernyataan singkat militer Israel mengatakan serangan ini merupakan balasan atas serangan udara sebelumnya yang menargetkan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran di ibu kota Lebanon, Beirut.
Baca selengkapnya di sini.
