Banjir Rendam Malinau, Warga Beraktivitas Naik Perahu

Banjir Rendam Malinau, Warga Beraktivitas Naik Perahu

Oktavian Balang - detikKalimantan
Kamis, 19 Mar 2026 18:59 WIB
Perahu kayu menjadi alat transportasi alternatif masyarakat.
Perahu kayu menjadi alat transportasi alternatif masyarakat. Foto: (Oktavian Balang/detikKalimantan)
Malinau -

Bencana banjir merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Malinau sejak Rabu (18/3) kemarin. Tingginya debit air membuat aktivitas masyarakat terhambat dan akses transportasi darat lumpuh total.

Pantauan detikkalimantan di lapangan, sejumlah titik di Kecamatan Malinau Kota dan Malinau Seberang tergenang air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari setinggi betis hingga paha orang dewasa.

Genangan air tak hanya melumpuhkan perputaran roda ekonomi, tetapi juga memutus akses warga yang ingin bepergian antar-kecamatan. Banyak warga bahkan terpaksa meninggalkan kendaraan mereka di area dataran tinggi agar tak terendam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini membuat sejumlah warga yang hendak bepergian atau mudik tertahan. Yovana, seorang mahasiswi Tarakan yang hendak pulang ke Desa Pulau Sapi, terpaksa mengurungkan niatnya karena jalanan terputus oleh tingginya debit air.

"Saya sudah coba lewat sejumlah akses, tapi terhalang oleh air. Malahan saya terjebak banjir. Kalau nekat ya akan ada risikonya, knalpot kemasukan air, tentu akan keluar ongkos. Barulah kita ini tidak ada uang kalau harus masuk bengkel," ungkap Yovana kepada detikKalimantan, Kamis (19/3/2026).

Lumpuhnya akses darat juga dirasakan oleh Romel, seorang pekerja yang hendak pulang ke rumahnya di Malinau Seberang. Sopir travel yang ditumpanginya menolak menerobos banjir lantaran takut mesin mobil mati. Alhasil, Romel harus dievakuasi menggunakan perahu kayu untuk mengangkut barang bawaannya.

"Driver hanya bisa mengantar kami di Jembatan Malinau Seberang saja, karena terlihat dari jauh air itu setinggi paha orang dewasa. Untung saja keluarga ada perahu, jadi barang-barang bawaan saya diangkut menggunakan perahu dengan cara ditarik," tutur Romel.

Mengetahui hal tersebut, Wakil Bupati Malinau, Jakaria, meninjau salah satu lokasi terdampak banjir di Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara. Ia menjelaskan bahwa banjir ini merupakan siklus musiman yang diperparah oleh debit air hulu yang tertahan oleh kondisi pasang air laut.

"Beberapa wilayah yang terdampak parah meliputi Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat, Kecamatan Mentarang, hingga Malinau Selatan Hilir," terangnya kepada awak media usai meninjau banjir.

Merespons terputusnya berbagai akses vital tersebut, Jakaria telah menginstruksikan jajaran di bawahnya untuk segera mengambil langkah cepat meski saat ini sedang dalam masa libur.

"Saya sudah menginstruksikan melalui Asisten Satu agar Camat memerintahkan Kepala Desa di wilayah terdampak untuk melakukan rapat kilat, melalui video call ataupun Zoom dengan para ketua RT," ucap Jakaria.

Pemerintah Kabupaten Malinau juga tengah menyiapkan skenario pendirian dapur umum darurat, khususnya di wilayah Kecamatan Mentarang. Daerah tersebut saat ini terisolasi, karena jalur provinsi yang menjadi akses utama warga terendam banjir sepenuhnya, sehingga masyarakat kesulitan mencari sembako.

"Kami menunggu hasil rapat kilat aparat di lapangan dan kami akan segera mengambil sikap untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan," pungkas Jakaria.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads