Tradisi mudik selalu menjadi momen yang paling dinanti untuk kembali merajut rindu dan berkumpul bersama keluarga tercinta di kampung halaman. Namun, di balik euforia dan kebahagiaan tersebut, perjalanan panjang yang ditempuh tentu membutuhkan persiapan yang matang.
Agar perjalanan detikers dinaungi keberkahan dan perlindungan oleh Allah SWT, bekali diri dengan doa. Dalam artikel ini, kami telah merangkum berbagai doa perjalanan yang dapat diamalkan saat mudik.
Doa-doa Selama Perjalanan Mudik
Rangkaian doa ini akan menemani setiap langkah detikers, mulai dari doa saat melangkah keluar rumah, saat menaiki kendaraan, hingga doa saat pulang ke rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut kumpulan doa yang dirangkum dari buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dan sejumlah sumber lain, lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, dan dalilnya.
1. Doa Keluar Rumah
Doa mudik pertama adalah ketika keluar rumah sebelum memulai perjalanan. Berikut doa yang dapat dibaca.
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Arab latin: Bismillaahi tawakkaltu 'alallaah wa laa hawla wa laa quwwata illa billaah.
Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
Dilansir NU Online Jatim, Imam Abi Zakariya Muhyiddin Yahya an-Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar an-Nawawi mengatakan bahwa Abu Dawud, at-Tirmidzi, Nasa'i dan yang lainnya, meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw berpesan:
"Barang siapa yang membaca ketika keluar dari rumahnya, Bismillaahi tawakkaltu 'alallaah wa laa hawla wa laa quwwata illa billaah, dikatakan kepadanya: Kamu akan dicukupkan, dikuatkan, dan diberi petunjuk dan setan jauh darinya.
2. Doa Naik Kendaraan (Pendek)
Ketika naik kendaraan, detikers dapat membaca basmalah kemudian melanjutkan dengan doa berikut ini.
سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُو
Arab latin: Subhanalladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun.
Artinya: "Dengan nama Allah. Maha Suci Zat yang telah menundukkan (semua) ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami pasti akan kembali kepada Tuhan kami.
3. Doa Naik Kendaraan (Panjang)
Ada juga versi panjang dari doa di atas. Dari Azdi, Ibnu Umar memberitahukan kepadanya, jika Rasulullah telah duduk di atas punggung unta untuk bepergian, beliau membaca takbir sebanyak tiga kali, lalu membaca doa berikut:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ. سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى. اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ. اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ وَسُوءِ الْمَنْظَرِ فِى الأَهْلِ وَ الْمَالِ
Arab latin: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin wa inna ila robbina lamun-qolibuun. Allahumma innaa nas'aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal 'amali ma tardho.
Allahumma hawwin 'alainaa safaronaa hadza wathwi 'anna bu'dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a'udzubika min wa'tsaa-is safari wa ka-aabatil munqolabi wa suu-il manzhori fil ahli wal maali.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini.
Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada keluarga dan harta." (HR Muslim dan Ahmad)
4. Doa Menaiki Kendaraan Laut
Khusus ketika naik kendaraan laut, detikers dapat mengamalkan doa Nabi Nuh yang tertuang dalam surat Hud ayat 41 berikut ini:
بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Arab latin: Bismillahi majriiha wamursaahaa inna rabbi laghafuurur rahiim wa maa qadarul laaha haqqa qadrih.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, di waktu berlabuh dan berlayar, sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
5. Doa Singgah di Suatu Tempat
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Arab latin: A'uudzu bikalimaatillahit-taammaati kullihaa min syarri maa khalaq.
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan oleh-Nya," (HR Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah)
Dari Khaulah binti Hakim as-Sulaimiyah, dikatakan bahwa Rasulullah bersabda,
"Barang siapa singgah di suatu tempat kemudian membaca A'uudzu bikalimaatillahit-taammaati kullihaa min syarri maa khalaq, maka tiada sesuatu pun yang akan mengganggunya hingga dia berangkat meninggalkan tempat persinggahannya." (HR Muslim, Tirmidzi, Ahmad, Nasai, dan Ibnu Majah)
6. Doa Memasuki Kampung, Desa atau Kota
Dari Atha bin Abu Marwan, dari bapaknya, bahwa Ka'ab bersumpah kepada ayahnya atas nama Allah yang telah membelah lautan bagi Nabi Musa as, bahwa Shuhaib pernah menceritakan kepadanya, setiap kali Rasulullah melihat desa yang akan dimasuki, maka beliau selalu membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ الأَرَضِينَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ. أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ، وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ أَهْلِهَا، وَشَرِّ مَا فِيْهَا
Arab latin: Allahumma rabbas-samawaatis-sab'i wa maa azhlalna, wa rabbal ardhis-sab'i wa maa aqlalna, wa rabbasy-syayathini wa maa adhlalna, wa rabbar-riyaahi wa maa dzaraina. As-aluka khoiro hadzihil qoryati wa khoiro ahliha wa khoiro maa fiiha wa na'udzubika min syarriha wa syarri ahliha wa syarri maa fiihaa.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan langit yang tujuh dan semua benda yang berada pada naungannya, Tuhan bumi yang tujuh dan segala sesuatu yang berada di atas hamparannya, Tuhan setan dan semua yang telah disesatkannya, Tuhan angin serta segala apa yang ditiupnya, aku memohon kepada-Mu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya, serta kebaikan apa saja yang terdapat di dalamnya. Kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan desa ini, kejahatan penduduknya serta kejahatan apa saja yang terdapat di dalamnya."
(HR Nasai, Ibnu Hibban, dan Hakim. Dia menyatakan bahwa hadits ini sahih.)
7. Doa Bagi Musafir Saat Menjelang Malam
Diriwayatkan Abu Hurairah ra, bahwa ketika Rasulullah dalam perjalanan dan hendak memasuki waktu malam, maka beliau membaca doa berikut:
سَمَّعَ سَامِعٌ بِحَمْدِ اللَّهِ وَحُسْنِ بَلَائِهِ عَلَيْنَا ، رَبَّنَا صَاحِبْنَا، وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا، عَائِذًا بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ
Arab latin: Samma'a saami'un bihamdillaahi wa husni balaa-ihi 'alainaa, robbana shoohibna wa afdhil 'alainaa 'aa-idzan billaahi minannaar.
Artinya: "Semoga ada yang memperdengarkan pujian kami kepada Allah (atas nikmat) dan cobaan-Nya yang baik kepada kami. Ya Tuhan kami, temanilah kami dan limpahkanlah keutamaan kepada kami serta kami berlindung kepada-Mu, ya Allah dari siksa neraka."
(HR Muslim)
8. Doa Pulang Mudik
Yang terakhir, ketika pulang kembali ke tempat asal dari sebuah perjalanan, maka dapat mengamalkan doa berikut ini:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ. صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Arab latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syaiin qadiir. Aayibuuna taaibuuna 'aa-biduuna lirabbinaa haamiduun. Shadaqal laahu wa'dah wa nashara 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdah.
Artinya: "Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami kembali dengan bertaubat, beribadah, dan memuji Rabb kami. Allah telah menepati janji-Nya, membela hamba-Nya (Nabi Muhammad), dan mengalahkan golongan musuh sendirian." (HR Bukhari dan Muslim)
Nah, itulah tadi 8 doa perjalanan yang dapat diamalkan di sepanjang perjalanan mudik hingga balik Lebaran. Wallahu a'lam.
