Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus menyampaikan perkembangan terbaru perang antara AS-Israel melawan Iran melalui media sosialnya, termasuk menegaskan bahwa Iran sudah hampir kehabisan semua sumber daya dan senjata. Menanggapi hal tersebut, militer Iran menegaskan bahwa hasil perang tidak bisa ditentukan hanya lewat cuitan di media sosial.
Dikutip dari 20detik, Juru Bicara Militer Iran Ebrahim Zolfaghari mengkritik Trump yang hanya bisa membicarakan perang lewat media sosial. Menurutnya, hasil perang sesungguhnya hanya bisa ditentukan di lapangan.
"Kau (Trump) cuma bisa membicarakannya lewat tweet-mu. Pesan untuk Presiden Amerika Serikat, hasil perang tidak bisa ditentukan lewat tweet. Hasil perang ditentukan di medan perang, di tempat yang kau dan pasukanmu tidak berani mendekat dan kau cuma bisa membicarakannya lewat tweet-mu," tegas Zolfaghari dalam siaran WANA, dikutip Rabu (18/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zolfaghari menambahkan bahwa perang ini lebih cocok disebut sebagai ketakutan epik alih-alih kemarahan epik dari AS terhadap Iran.
"Lebih baik menyebut perang ini sebagai Epic Fear daripada Epic Fury," lanjutnya.
Sementara itu, Trump telah meminta bantuan kepada negara-negara sekutu hingga NATo untuk memastikan Selat Hormuz dibuka bagi Amerika Serikat. Namun, sejauh ini para negara sekutu dan NATO menyatakan menolak terlibat dalam ketegangan antara AS dan Iran. Trump mengaku kesal karena tak ada yang mau membantu, bahkan menyebut mereka bodoh.
"Saya pikir NATO melakukan kesalahan yang sangat bodoh. Saya sudah lama mengatakan bahwa saya bertanya-tanya apakah NATO akan pernah ada untuk kita. Jadi ini adalah ujian besar," kata Trump saat menjamu Perdana Menteri (PM) Irlandia Micheal Martin di Ruang Oval, Gedung Putih, dilansir detikNews.
Meski begitu, Trump bersikeras bahwa Washington siap untuk bertindak sendiri melawan Iran. Beberapa menit sebelum pertemuan, Trump membuat unggahan panjang di platform Truth Social dan menegaskan bahwa pasukan AS "tidak lagi membutuhkan" bantuan militer dalam perang Iran.
"Kita tidak membutuhkan terlalu banyak bantuan. Kita tidak membutuhkan bantuan apa pun," tegasnya.
(des/des)
