Status WA 'Rakyat Jelata Kurang Bersyukur' yang Bikin Pegawai SPPG Dipecat

Regional

Status WA 'Rakyat Jelata Kurang Bersyukur' yang Bikin Pegawai SPPG Dipecat

Tim detikJateng - detikKalimantan
Selasa, 17 Mar 2026 16:30 WIB
Ilustrasi cara mendapat centang hijau di whatsapp (WA).
Ilustrasi WhatsApp (WA)/Foto: Dima Solomin/Unsplash
Balikpapan -

Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1, Jawa Tengah, dipecat usai membuat status WhatsApp (WA). Ia juga diminta membuat video permohonan maaf.

Salah satu tangkapan layar status WA tersebut diunggah akun Instagram @infopurbalingga.id. Unggahan itu memicu beragam reaksi dari warganet.

"Peregengan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur," berikut status WhatsApp (WA) tersebut seperti dikutip detikJateng, Senin (16/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai status WA-nya bikin heboh di media sosial, karyawan itu kemudian memberikan klarifikasi melalui posting-an yang diunggah oleh media sosial itu.

"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Mengenai postingan saya yang pada akhirnya membuat gaduh, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya menyadari dan mengakui bahwa apa yang telah saya tulis memanglah tidak benar. Bahasa yang telah saya pakai sangatlah tidak pantas. Apabila kata-kata saya menyakiti saudara semua, dari lubuk hati yang paling dalam dan dengan setulus hati, saya memohon maaf. Ini akan menjadi pelajaran bagi saya agar berhati-hati dalam bertindak, berbicara, atau memilih kata. Sekali lagi saya memohon maaf," berikut klarifikasi yang diunggah pada Senin (16/3/2026).

Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Purbalingga, Mei Sandra, membenarkan adanya kejadian itu. Ia menjelaskan posting-an tersebut dibuat pada Jumat (15/3) sekitar pukul 19.30 WIB.

"Betul relawan tersebut dari salah satu SPPG di Kabupaten Purbalingga, yaitu SPPG Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1, Yayasan Samingah Mendidik Indonesia. Dibuat tanggal 15 Maret sekitar pukul 19.30 WIB," kata Mei saat dimintai konfirmasi detikJateng.

"Tindak lanjutnya adalah relawan tersebut diberi sanksi diberhentikan dari SPPG dan membuat video permohonan maaf kepada masyarakat," sambungnya.

Sandra juga meminta maaf atas adanya kejadian tersebut. Ia berharap seluruh SPPG di Kabupaten Purbalingga tidak mengulangi kejadian yang sama.

"Saya selaku Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Purbalingga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat. Bahwa kejadian tersebut sangat tidak etis serta akan kita jadikan pelajaran bersama. Harapannya seluruh SPPG di Kabupaten Purbalingga dapat meningkatkan SOP supaya memberikan pelayanan yang prima," ucapnya.

Baca selengkapnya di sini.



(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads