Bacaan Ayat Kursi Lengkap Huruf Arab, Latin, dan Tafsirnya

Bacaan Ayat Kursi Lengkap Huruf Arab, Latin, dan Tafsirnya

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 13 Mar 2026 19:30 WIB
Ilustrasi Nuzulul Quran
Foto: Mukhtar Shuaib Mukhtar/Pexels
Samarinda -

Ayat Kursi adalah sebutan untuk ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah. Ayat ini disebut sebagai salah satu ayat paling agung dalam Al-Qur'an karena memuat penegasan tentang tauhid, kekuasaan Allah, keluasan ilmu-Nya, serta keagungan dan kesempurnaan sifat-sifat-Nya.

Keutamaannya Ayat Kursi ditegaskan dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim dari sahabat Ubay bin Ka'ab. Rasulullah SAW bersabda:

أَيُّ آيَةٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ أَعْظَمُ؟

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya:

"Wahai Abu al-Mundzir, ayat manakah dalam Kitab Allah yang paling agung?"

Ubay bin Ka'ab menjawab:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Maka Rasulullah SAW menepuk dadanya dan bersabda:

لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ

Artinya:

"Semoga ilmumu diberkahi, wahai Abu al-Mundzir."

Hadis ini menjadi dalil kuat bahwa Ayat Kursi adalah ayat paling agung dalam Al-Qur'an, sebagaimana yang disampaikan langsung dari Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, terdapat anjuran untuk membaca Ayat Kursi dalam berbagai kesempatan, seperti setelah shalat fardhu dan sebelum tidur. Dalam hadis riwayat Imam al-Bukhari juga disebutkan bahwa siapa yang membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan senantiasa berada dalam penjagaan Allah dan tidak akan didekati setan hingga pagi hari.

Lafaz Ayat Kursi

Tercantum dalam surah Al-Baqarah ayat 255, berikut lafaz Ayat Kursi:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا كَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ۝٢٥٥

Arab Latin:
Allâhu lâ ilâha illâ huw, al-ḫayyul-qayyûm, lâ ta'khudzuhû sinatuw wa lâ na'ûm, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, man dzalladzî yasyfa'u 'indahû illâ bi'idznih, ya'lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum, wa lâ yuḫîthûna bisyai'im min 'ilmihî illâ bimâ syâ', wasi'a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardl, wa lâ ya'ûduhû ḫifdhuhumâ, wa huwal-'aliyyul-'adhîm.

Artinya:
"Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung."

Tafsir Ayat Kursi

Dikutip dari quran NU, Ayat Kursi memiliki dua makna yang mirip dari tafsir wajiz dan tafsir tahlili.

Tafsir wajiz merupakan bentuk penafsiran Al-Qur'an yang diringkas dan menjelaskan makna umum terhadap suatu ayat tanpa ada uraian panjang.

Sementara tafsir tahlili adalah penafsiran yang merincikan dan mendalami ayat demi ayat, dengan menjelaskan kandungan makna serta keterkaitannya dengan ayat atau hadis lain.

Tafsir Wajiz Ayat Kursi

Ayat ini diawali dengan penegasan tauhid bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Dia Mahahidup, kekal, dan sempurna dalam seluruh sifat kehidupan-Nya. Dia terus-menerus mengurus makhluk tanpa pernah lalai.

Allah tidak pernah mengantuk apalagi tidur, karena keduanya merupakan sifat kelemahan. Seluruh yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya. Tidak seorang pun dapat memberi syafaat tanpa izin-Nya. Dia mengetahui segala sesuatu, baik masa lalu, masa kini, dan masa depan. Sementara makhluk hanya mengetahui sebagian kecil dari ilmu-Nya sesuai kehendak-Nya.

"Kursi" Allah meliputi langit dan bumi, ini bermakna akan luasnya kekuasaan dan ilmu-Nya. Dia tidak merasa berat menjaga dan memelihara seluruh ciptaan-Nya. Dia Mahatinggi dalam zat dan sifat-Nya serta Mahabesar dalam keagungan-Nya.

Karena memuat nama-nama dan sifat-sifat Allah yang agung, ayat ini disebut sebagai ayat paling mulia dalam Al-Qur'an. Siapa yang membacanya akan memperoleh perlindungan dari Allah dan dijauhkan dari gangguan setan.

Tafsir Tahlili Ayat Kursi

Sama seperti tafsir wajiz, dalam tafsir tahilili menegaskan bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan yang hakiki. Banyak manusia menyembah selain-Nya, tetapi semua itu tidak memiliki kekuasaan sedikit pun. Hanya Allah yang hidup kekal dan berdiri sendiri, tidak bergantung pada apa pun.

Penegasan bahwa Allah tidak mengantuk dan tidak tidur menunjukkan kesempurnaan pengurusan-Nya terhadap alam semesta. Mengantuk saja sudah mengurangi kesadaran, apalagi tidur. Namun Allah senantiasa mengatur dan memelihara makhluk tanpa pernah lalai.

Seluruh langit dan bumi berada dalam kepemilikan dan kekuasaan-Nya. Tentang syafaat, ayat ini menegaskan bahwa tidak ada pertolongan pada hari kiamat kecuali dengan izin Allah. Dalam hadis riwayat Ahmad dan Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri disebutkan bahwa para malaikat, nabi, dan orang-orang mukmin memberi syafaat atas izin Allah.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ...فَيَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: شَفَعَتْ اَلْمَلاَئِكَةُ وَشَفَعَ النَّبِيُّوْنَ وَشَفَعَ الْمُؤْمِنُوْنَ
(رواه أحمد ومسلم عن ابي سعيد الخدري)

Artinya:

"Nabi Saw bersabda, "...Kemudian Allah berfirman, 'Para malaikat telah memberi syafaat, para nabi telah memberi syafaat, dan orang-orang mukmin pun telah memberi syafaat.'" (Riwayat Aḥmad dan Muslim dari Abu Sa'id al-Khudrī).

Hadis ini menerangkan bahwa pada hari kiamat kelak akan ada syafaat yang diberikan oleh para malaikat, para nabi, dan orang-orang beriman. Namun semua itu terjadi atas izin dan kehendak Allah semata, sebagai bentuk rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya.

Allah juga mengetahui segala yang tampak maupun tersembunyi, yang telah terjadi maupun yang akan terjadi. Manusia hanya diberi sedikit ilmu dibandingkan keluasan ilmu Allah, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Isra ayat 85:

وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا
"...sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit."

'Kursi' dalam ayat ini ditafsirkan sebagai lambang kekuasaan atau ilmu Allah yang sangat luas, meliputi seluruh langit dan bumi. Allah tidak merasa berat sedikit pun memelihara semuanya. Dia Mahatinggi dan Mahabesar, tinggi dalam kedudukan, agung dalam kekuasaan, dan sempurna dalam segala sifat-Nya.

Lafaz dan tafsir Ayat Kursi di atas menjadi penjelas bahwa Ayat Kursi bukan hanya ayat untuk dibaca, tetapi juga untuk direnungi. Di dalamnya terkandung penguatan tauhid, rasa aman karena perlindungan Allah, serta kesadaran bahwa manusia hanyalah makhluk kecil di hadapan ilmu dan kekuasaan-Nya yang tanpa batas.

Maka dari itu, ayat ini bisa diamalkan untuk memohon perlindungan Allah baik dalam urusan dunia maupun di akhirat. Wallahu a'lam bishawab.



(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads