Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dipadati kendaraan dalam beberapa hari terakhir. Antrean panjang terjadi setelah sebagian warga melakukan panic buying akibat isu yang menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia menipis.
Pantauan di beberapa SPBU, seperti di kawasan Parit H Husein II, Imam Bonjol, Kota Baru, Pancasila, MT Haryono dan dr Wahidin antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular sejak pagi hingga siang hari.
Banyak warga memilih mengisi BBM lebih awal karena khawatir terjadi kelangkaan. Salah seorang warga Pontianak, Silvi, mengaku ikut mengantre karena mendengar kabar stok BBM akan berkurang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dengar dari orang-orang juga kalau BBM mau langka, jadi takut tidak kebagian. Makanya langsung isi bensin," kata Silvi saat ditemui di SPBU Parit H Husein II, Rabu (11/3/2026).
Silvi sempat keluar dari antrean karena harus menjemput anaknya pulang sekolah, sebelum akhirnya kembali lagi untuk mengisi BBM sepeda motor miliknya. Ia kembali mengantre dari awal.
"Bensin motor juga sudah hampir habis, jadi tetap harus antre lagi," ujarnya.
Menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Pontianak dan Pertamina memastikan isu kelangkaan BBM tersebut tidak benar. Stok BBM di Kota Pontianak disebut masih aman dan distribusi tetap berjalan normal.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh meningkatnya konsumsi masyarakat serta kekhawatiran berlebihan akibat informasi yang tidak akurat.
"Kami memastikan bahwa stok BBM tersedia dan distribusi berjalan lancar. Masyarakat tidak perlu khawatir," ujar Edi usai meninjau distribusi BBM di SPBU Parit H Husein II.
Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat Widhi Tri Ardhi Hidayat juga memastikan stok BBM di Pontianak dalam kondisi aman. Bahkan, Pertamina telah menambah pasokan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama Ramadan.
"Selama lima hari terakhir kami menambah suplai sekitar 100 ribu liter per hari. Normalnya konsumsi BBM di Pontianak sekitar 500 ribu liter per hari," jelasnya.
Selain menambah pasokan, sejumlah SPBU juga dioperasikan selama 24 jam agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Widhi menjelaskan bahwa suplai BBM untuk Pontianak dikirim dari Depot Tanjung Uban di Kepulauan Riau dengan jadwal pengiriman rutin setiap dua hingga tiga hari.
"Kami memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan BBM," ujarnya.
(des/des)
