Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah dan kemuliaan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Diceritakan sosok Nabi memberi contoh untuk giat dalam meraih ridha Allah SWT, bersungguh-sungguh memanfaatkan waktu-waktu penuh keutamaan dengan meningkatkan kualitas ibadah.
Maka, umat muslim dianjurkan untuk tidak kendor dalam beribadah meskipun sudah memasuki akhir Ramadan. Ada beberapa amalan yang bisa dilakukan umat muslim saat Malam Lailatul Qadar, salah satunya i'tikaf di masjid.
Ustad Ammi Nur Baits dalam buku Kumpulan Artikel Sya'ban dan Ramadhan menjelaskan, itikaf dilakukan di masjid yang digunakan untuk shalat berjamaah. Dianjurkan untuk memulai i'tikaf di malam tanggal 21 setelah magrib, kemudian mulai masuk ke tempat khusus (semacam tenda atau sekat) setelah subuh pagi harinya (tanggal 21 Ramadan).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu dalam menyambut malam lailatul qadar, ada doa yang bisa diamalkan serta tanda-tanda malamnya. Simak berikut penjelasannya, dirangkum tim detikKalimantan dari berbagai literatur.
Kapan Malam Lailatul Qadar Tiba?
Dalam buku Mukjizat Lailatur Qadar karya Arif M. Riswanto, dijelaskan bahwa sebagian besar hadits menyebutkan Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di bulan Ramadan. Malam yang dimaksud adalah malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.
Hal yang sama juga dijelaskan dalam buku 10 Malam Akhir Ramadan karya Shabri Shaleh Anwar. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: "Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Rasulullah bersabda, 'Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.'"
Hal ini berkaitan dengan perkara gaib yang hanya dapat diketahui melalui wahyu. Karena itu, manusia tidak dapat menafsirkan secara pasti alasan mengapa Lailatul Qadar disebut terjadi pada malam-malam ganjil.
Namun, salah satu penjelasan yang sering dikemukakan adalah karena Allah menyukai sesuatu yang ganjil.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah mencintai yang ganjil, maka ganjilkanlah oleh kalian wahai ahli Al-Qur'an."
Namun demikian, sebagian besar ulama berpendapat bahwa malam yang penuh kemuliaan tersebut kemungkinan besar terjadi pada malam ke-27 Ramadan. Pendapat ini didasarkan pada sejumlah riwayat hadits, salah satunya yang diriwayatkan dari Ibnu Umar RA. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda,
"Siapa saja yang berupaya untuk mendapat malam Lailatul Qadar, hendaklah ia berupaya untuk mendapatinya pada malam ke-27." (HR Ahmad)
Jika merujuk pada awal Ramadan 1447 H yang jatuh pada 19 Februari 2026, maka malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan dapat dihitung dari tanggal tersebut. Malam ganjil ini diyakini memiliki peluang besar menjadi waktu terjadinya Lailatul Qadar.
Dalam sejumlah hadits, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari Lailatul Qadar pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Jika dihitung dari awal puasa pada 19 Februari 2026, maka perkiraan waktunya adalah sebagai berikut:
Malam ke-21 Ramadan: malam 10 Maret 2026 hingga menjelang Subuh 11 Maret 2026
Malam ke-23 Ramadan: malam 12 Maret 2026 hingga menjelang Subuh 13 Maret 2026
Malam ke-25 Ramadan: malam 14 Maret 2026 hingga menjelang Subuh 15 Maret 2026
Malam ke-27 Ramadan: malam 16 Maret 2026 hingga menjelang Subuh 17 Maret 2026
Malam ke-29 Ramadan: malam 18 Maret 2026 hingga menjelang Subuh 19 Maret 2026
Sebagian ulama berpendapat bahwa malam ke-27 Ramadan memiliki kemungkinan besar sebagai malam Lailatul Qadar. Namun demikian, waktu pastinya tidak disebutkan secara pasti. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan.
Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Keistimewaan Lailatul Qadar membuat banyak umat Islam berusaha mencarinya pada malam-malam terakhir Ramadan, terutama di sepuluh malam terakhir. Pada waktu inilah umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, seperti memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur'an, berzikir, serta memanjatkan doa dengan harapan mendapatkan keutamaan malam yang sangat mulia tersebut.
Allah SWT menyediakan malam penuh keistimewaan pada malam Lailatul Qadar. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari, no. 1901)
Meski waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas, sejumlah hadis menyebutkan adanya tanda-tanda yang dapat dikenali oleh mereka yang mendapatkannya.
Syaikh Khalid Al Mushlih dalam tayangan di kanal YouTube Almosleh TV mengatakan sebetulnya tidak ada ciri-ciri khusus bagi orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar. Namun, malam kemuliaan tentu akan didapatkan oleh orang yang telah memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan secara terus menerus.
Seperti pada keterangan ulama Imam At Thabari dikutip oleh Agus Arifin dalam buku Step By Step Fiqih Puasa Edisi Revisi, yang mengatakan bahwa pahala malam tersebut akan diterima oleh mereka yang mengisinya dengan ibadah.
"Tidak ada pertanda berarti yang membedakan malam tersebut dengan yang lainnya serta tidak tergantung pada amalan dan tanda-tanda yang mengikat." (Imam At Thabari)
Di lain sisi, Cendekiawan Muslim Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul M. Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui, mengatakan sudah banyak riwayat yang diperselisihkan keshahihannya terkait tanda-tanda kehadiran malam Lailatul Qadar pada seseorang.
Namun menurutnya, tanda yang paling jelas adalah sikap dan perilaku keseharian orang tersebut, sebagai berikut:
1. Merasakan Ketenangan
Salah satu tanda yang disebutkan dalam hadits adalah kondisi malam yang terasa tenang dan menenangkan. Suasana malam tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin.
"Lailatul Qadar menjadikan hati seseorang yang mendapatkannya selalu damai, tentram, sehingga mengantar pemiliknya dari ragu kepada yakin, dari kebodohan kepada ilmu, dari lalai kepada ingat, khianat kepada amanat, riya kepada ikhlas, lemah kepada teguh, dan sombong kepada tahu diri," tulis Quraish Shihab.
Mayoritas ulama mengartikan ketenangan atau kedamaian yang dimaksud sifatnya berkelanjutan sebagaimana termaktub pada ayat terakhir surat Al-Qadar. Tertulis sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar, maksudnya adalah kedamaian dari malam itu hingga keesokan harinya.
سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
Arab-Latin: "Salaamun hiya hattaa mathla'il fajr."
Artinya: "Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar."
Beberapa hadits juga menggambarkan kondisi malam Lailatul Qadar sebagai malam yang terang, tenang, dan tidak disertai cuaca ekstrem seperti angin kencang atau hujan. Rasulullah SAW bersabda,
"Malam itu adalah malam yang cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tenteram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu." (HR Ahmad)
Hadits lain dari Watsilah bin al-Asqa' juga menyebutkan hal yang serupa,
"Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang, dan tidak ada bintang jatuh (lemparan meteor bagi setan)." (HR At-Thabrani)
2. Berubah Lebih Baik
Lailatul Qadar menjadikan seorang berubah menjadi lebih baik terutama hubungannya dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia. Salah satunya yakni keinginan mentadaburi Alquran atau berusaha untuk memahami dan mengamalkan isi Alquran.
Quraish Shihab menambahkan, ciri orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar pada intinya membuat orang yang bersangkutan senantiasa melakukan kebaikan karena adanya bimbingan malaikat. Sebagaimana dijelaskan dalam surah Al Qadr, pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke Bumi atas izin Allah SWT.
3. Cahaya Matahari yang Tidak Menyilaukan
Dalam buku Seri Fiqih Kehidupan yang disusun oleh Ahmad Sarwat, disebutkan tanda lain menurut hadits adalah keadaan matahari pada pagi hari setelah Lailatul Qadar. Matahari terbit dengan cahaya yang lebih lembut dan tidak terlalu menyilaukan.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits,
"Keesokan hari setelah malam Lailatul Qadar, matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan." (HR Muslim)
4. Kadang Terlihat dalam Mimpi
Selain tanda yang dapat diamati secara fisik, beberapa sahabat Nabi pernah mengalami mimpi yang berkaitan dengan Lailatul Qadar.
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian orang yang mendapat karunia dari Allah SWT dapat mengetahui datangnya malam tersebut melalui mimpi.
5. Bulan Tampak Seperti Separuh Nampan
Tanda lain yang pernah disebutkan Rasulullah SAW berkaitan dengan bentuk bulan pada malam tersebut.
Hal ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang menceritakan percakapan para sahabat bersama Rasulullah SAW,
"Kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW, beliau berkata, 'Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.'" (HR Muslim)
Riwayat tersebut sering dijadikan salah satu petunjuk yang dapat diperhatikan pada malam Lailatul Qadar.
6. Kenikmatan dalam Beribadah
Selain tanda yang berkaitan dengan keadaan alam, sebagian ulama juga menyebutkan adanya perubahan pada suasana hati orang yang beribadah.
Pada malam tersebut, banyak orang merasakan ketenangan batin, kedamaian, serta kenikmatan ketika berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT yang terasa berbeda dari malam-malam lainnya.
Doa Menyambut Malam Lailatul Qadar
Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do'a pada Lailatul Qadar, terlebih do'a yang dianjurkan oleh suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu anni
Artinya: "Ya, Allah. Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai maaf. Maka, maafkan aku."
Doa tersebut didapat dari hadits Aisyah radhiyallahu 'anha yang berkata:
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Artinya: "Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?" Beliau menjawab,"Katakanlah: 'Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu anni' (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf-menghapus kesalahan-, karenanya maafkanlah aku-hapuslah dosa-dosaku-)." (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu 'Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Ustad Muhammad Abduh Tuasikal dalam laman Rumaysho, menyebut para ulama menyimpulkan anjuran memperbanyak do'a tersebut. Sebab, doa itu begitu jaami' (komplit dan syarat makna) walau terlihat singkat.
Do'a tersebut mengandung ketundukan hamba pada Allah dan pernyataan bahwa dia tidak bisa luput dari dosa. Namun, tentu saja meminta ampunan seperti ini tidaklah terbatas pada bulan Ramadhan saja. Melainkan kita perlu meminta ampunan Allah SWT setiap saat sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan. Wallahu alam.
Salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah pada sepertiga malam terakhir. Dalam buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan karya Deni Lesmana, tertulis waktu yang dimaksud dari sepertiga malam, yakni waktu malam hari yang mendekati waktu Subuh atau di waktu sahur.
Selain itu, waktu ini juga merupakan waktu dibukanya pintu rahmat dan dikabulkannya doa, kepada siapa saja yang terbangun dan beribadah kepada-Nya. Rasulullah SAW bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: "Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, 'Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku-kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Ku-berikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Ku-ampuni." (HR Bukhari dan Muslim)
Nah, itulah tadi penjelasan tentang malam lailatul qadar. Semoga kita dapat memperoleh rahmat-Nya di malam-malam ini.
