Waktu Buka Puasa 9 Maret 2026 untuk Balikpapan

Langkah Emas Raih Kemenangan

Waktu Buka Puasa 9 Maret 2026 untuk Balikpapan

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Senin, 09 Mar 2026 15:30 WIB
Ilustrasi buka puasa. (Gemini AI)
Foto: Ilustrasi buka puasa. (Gemini AI)
Balikpapan -

Senin (9/3/2026) merupakan hari ke-19 Ramadan 1447 Hijriah. Bagi detikers di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), berikut jadwal buka puasa dan salat isya hari ini.

Selama Ramadan, ada banyak amalan yang bisa dilakukan untuk meraih pahala dan keberkahan, seperti membaca Al-Qur'an, memperbanyak sedekah, memperbanyak zikir, hingga melaksanakan salat malam. Ketika memasuki sepuluh malam terakhir, Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus dengan meningkatkan ibadah secara lebih sungguh-sungguh dibandingkan malam-malam sebelumnya.

Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi kesempatan emas bagi setiap muslim untuk memperbanyak doa, terutama memohon ampunan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam tersebut adalah doa yang diajarkan langsung Rasulullah SAW kepada Sayyidah Aisyah ra.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadwal Buka Puasa Balikpapan untuk 9 Maret 2026:

  • Magrib: 18:30 Wita
  • Isya: 19:38 Wita

Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026 se-Indonesia

detikers juga bisa melihat jadwal imsak dan buka puasa di kota lainnya dengan memasuki laman detikHikmah di detikcom. Berikut cara mengaksesnya:

  1. Klik link https://detikhikmah.com/jadwal
  2. Pilih kota yang diinginkan pada menu "Cari Kota Lainnya"
  3. Halaman akan menampilkan jadwal Imsak dan buka puasa di kota tersebut.
  4. Jika ingin mengunduh jadwal imsak, klik tombol "Download" untuk simpan jadwal.

Jadwal Imsak ini didukung oleh Bank Syariah Indonesia (BSI)

Amalan yang Dianjurkan di 10 Malam Terakhir Ramadan

Selain memperbanyak doa memohon ampunan, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah ra:

كَانَ رَسُوْلُ اللهً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِيْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِيْ غَيْرِهِ

Artinya: Pada malam sepuluh terakhir, Rasulullah SAW (lebih) bersungguh-sungguh (untuk beribadah), melebihi kesungguhan pada malam yang lain," (HR Muslim).

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan, seperti yang dirangkum dari penjelasan NU Online.

1. Meningkatkan Qiyamullail

Salah satu amalan utama adalah memperbanyak salat malam. Rasulullah SAW menunjukkan kesungguhan yang lebih besar dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْلِطُ الْعِشْرِينَ بِصَلَاةٍ وصَوْمٍ وَنَوْمٍ، فَإِذَا كَانَ الْعَشْرُ شَمَّرَ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

Artinya: Dari 'Aisyah ra, dia berkata, 'Pada 20 hari yang pertama (di bulan Ramadhan), Nabi saw biasa mengkombinasikan antara shalat, puasa dan tidurnya. Namun jika telah masuk 10 hari terakhir, beliau bersungguh-sungguh dan mengencangkan sarungnya (menjauhi istri-istrinya)," (HR Ahmad).

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah meningkatkan intensitas ibadah, khususnya salat malam, pada sepuluh malam terakhir.

2. Mengajak Keluarga untuk Beribadah

Tidak hanya beribadah sendiri, Rasulullah SAW juga membangunkan keluarganya agar turut meraih keutamaan malam-malam tersebut, sebagaimana yang tertulis dari hadis riwayat Bukhari dan Muslim:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Artinya: Jika telah datang 10 hari yang terakhir (di bulan Ramadhan), Nabi SAW mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malamnya (dengan beribadah), dan membangunkan keluarganya (untuk beribadah)," (HR Bukhari dan Muslim).

3. Memperbanyak Iktikaf

Iktikaf juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan di sepuluh hari terakhir Ramadan.

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ

Artinya: Dari Aisyah ra, dia berkata, 'Sesungguhnya Nabi SAW beriktikaf pada sepuluh terakhir bulan Ramadan sampai beliau wafat. (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW beriktikaf di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, bahkan selama 20 tahun.

كَانَ النَّبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ فِي كُلِّ رَمَضَانَ عَشرَةَ أيَّامٍ، فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِيْ قُبِضَ فِيْهِ اِعْتَكَفَ عِشْرِيْنَ يَوْمًا

Artinya: Nabi Muhammad saw selalu beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Kecuali bertepatan pada tahun kewafatannya, Nabi beriktikaf selama dua puluh hari. (HR Al-Bukhari).

4. Membersihkan Diri dan Memperindah Ibadah

Pada sepuluh malam terakhir, Rasulullah juga lebih menjaga kebersihan diri dan mempersiapkan diri untuk beribadah.

كَانَ النَّبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ رَمَضَانُ قَامَ وَنَامَ فَإِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ الْمِئْزَرَ وَاجْتَنَبَ النِّسَاءَ وَاغْتَسَلَ بَيْنَ الْأَذَانَيْنِ وَجَعَلَ الْعِشَاءَ سَحُوْرًا

Artinya: Ketika memasuki bulan Ramadan, Rasulullah bangun malam (untuk beribadah) dan juga menggunakannya untuk tidur. Begitu masuk sepuluh hari terakhir, beliau kencangkan sarung, menjauhi istri-istrinya (untuk beribadah), mandi antara dua adzan (dua waktu shalat magrib dan isya). (HR Ibnu Abi 'Ashim).

5. Bersungguh-sungguh Mencari Lailatul Qadar

Sepuluh malam terakhir Ramadan juga menjadi waktu untuk mencari malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

Karena tidak diketahui secara pasti kapan terjadinya, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam tersebut.

6. Memperbanyak Doa Memohon Ampunan

Selain ibadah lainnya, memperbanyak doa juga menjadi amalan penting pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Doa yang paling dianjurkan adalah doa memohon ampunan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada Sayyidah Aisyah.

Dengan memperbanyak doa tersebut, seorang Muslim berharap dosa-dosanya dihapuskan oleh Allah SWT dan mendapatkan keberkahan dari malam Lailatul Qadar.




(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads