Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kubu Raya Sungai Raya Arang Limbung 3 dihentikan operasionalnya sementara. Penutupan dilakukan karena peralatan dan sarana di dapur layanan dinilai belum sesuai standar operasional prosedur (SOP) Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penghentian itu tertuang dalam surat bernomor 731/D.TWS/03/2026 tertanggal 3 Maret 2026 perihal Pemberhentian Operasional Sementara yang ditujukan kepada Kepala SPPG Kubu Raya Sungai Raya Arang Limbung 3.
Dalam surat yang ditandatangani Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi Setiawan, atas nama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan itu, disebutkan ada ketidaksesuaian pada bidang infrastruktur dan tata kelola sarana prasarana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dasar penghentian merujuk pada laporan khusus Kepala SPPG terkait infrastruktur yang tidak sesuai prosedur, hasil investigasi singkat di lapangan oleh Koordinator Regional Kalbar, serta pertimbangan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Sementara itu, Kepala Program MBG Region Kalbar, Agus Kurniawi, membenarkan adanya penghentian sementara operasional SPPG tersebut.
"Iya, benar. Untuk sementara dihentikan karena ada peralatan dan sarana yang belum sesuai SOP. Ini murni soal penyesuaian standar infrastruktur," ujar Agus kepada detikKalimantan, Rabu (5/3/2026) malam.
Agus menegaskan, langkah itu diambil sebagai bentuk pengawasan dan komitmen menjaga mutu pelaksanaan program MBG di daerah.
"Program MBG ini menyangkut keamanan pangan dan keselamatan penerima manfaat. Jadi dapur, peralatan, alur kerja, semuanya harus sesuai ketentuan teknis," tegasnya.
Ia menjelaskan, penghentian bersifat sementara sambil menunggu hasil investigasi dan perbaikan sarana prasarana agar sesuai dengan ketentuan dalam Surat Keputusan Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.
Menurut Agus, setelah seluruh catatan diperbaiki dan dinyatakan memenuhi standar, operasional SPPG dapat kembali berjalan.
"Kami minta pengelola segera melakukan pembenahan. Kalau sudah sesuai standar dan diverifikasi, tentu bisa beroperasi lagi. Tujuan kami bukan menutup, tapi memastikan semuanya sesuai aturan," pungkasnya.
(bai/bai)
