SPPG Sungai Kakap Ditutup Usai Menu MBG Tak Sesuai Kemasan

SPPG Sungai Kakap Ditutup Usai Menu MBG Tak Sesuai Kemasan

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Rabu, 04 Mar 2026 09:30 WIB
Petugas SPPG menyiapkan Makan Siang Gratis (MBG) (Antara Foto/Andry Denisah)
Foto: Ilustrasi MBG (Antara Foto/Andry Denisah)
Kubu Raya -

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kubu Raya Sungai Kakap 1 dihentikan operasionalnya untuk sementara, menyusul dugaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi.

Penghentian sementara itu tertuang dalam surat bernomor 688/D.TWS/03/2026 tertanggal 3 Maret 2026 perihal Pemberhentian Operasional Sementara. Surat tersebut ditujukan kepada Kepala SPPG Kubu Raya Sungai Kakap 1 di Kabupaten Kubu Raya.

Dalam surat yang ditandatangani Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi Setiawan, atas nama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, disebutkan penghentian dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama, laporan Kepala SPPG Kubu Raya Sungai Kakap 1 tanggal 2 Maret 2026 terkait dugaan Kejadian Menonjol (KM). Kedua, hasil investigasi singkat di lapangan dan laporan Koordinator Regional Kalbar mengenai adanya menu yang tidak memenuhi standar gizi. Ketiga, pertimbangan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) atas kejadian tersebut.

Dalam poin kedua surat disebutkan, sambil menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan terhadap menu yang diduga tidak layak konsumsi serta pemberitaan yang viral, operasional SPPG Sungai Kakap 1 dihentikan sementara hingga dinyatakan sesuai ketentuan dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan pada SPPG.

Latar Belakang Kasus

Penutupan sementara ini tak lepas dari polemik menu MBG di salah satu SDN di Sungai Kakap, Kubu Raya, yang menuai komplain dari orang tua siswa dan guru. Paket MBG Ramadan dibagikan dalam bentuk rapelan tiga hari dan dibawa pulang untuk berbuka puasa. Namun, isi paket dinilai tak sesuai dengan daftar menu yang tertera di kemasan.

Di kemasan tertulis 'Menu Ramadhan Rapelan 3 Hari' dengan daftar menu seperti tahu bakso, ayam ungkep, siomay ayam, telur puyuh, telur ayam, roti abon, hingga roti isi kacang hijau. Namun pada praktiknya, siswa disebut hanya menerima sebagian item tanpa pelengkap sebagaimana tercantum. Keluhan tersebut kemudian viral dan menjadi perhatian publik.

Kepala Program MBG Region Kalbar, Agus Kurniawi, membenarkan adanya penghentian sementara operasional SPPG Sungai Kakap 1. "Iya, benar. Untuk sementara operasional dihentikan sambil menunggu hasil investigasi dan evaluasi menyeluruh," ujar Agus saat dikonfirmasi detikKalimantan, Rabu (4/3/2026).

Agus menegaskan, langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas dan standar keamanan pangan dalam program MBG. "Kami tidak ingin ada menu yang tidak sesuai standar gizi maupun kelayakan konsumsi. Semua harus sesuai ketentuan yang sudah diatur," tegasnya.

Ia memastikan, pihaknya akan melakukan evaluasi komprehensif, termasuk pengecekan rantai distribusi, proses pengemasan, hingga kesesuaian menu dengan daftar yang tercantum.

"Kalau memang ada ketidaksesuaian, tentu akan ada pembenahan. Prinsipnya, program MBG ini untuk kebaikan anak-anak, jadi kualitas harus menjadi prioritas," katanya.

Agus juga meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan resmi. "Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Setelah semua sesuai standar dan dinyatakan aman, operasional bisa kembali berjalan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Belajar Menarikan Tarian Khas dari Sanggar Seni di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads