Warga ke Gubernur Kaltim: Harusnya Jalan Diperbaiki Bukan Mobil Dibagusin

Round-up

Warga ke Gubernur Kaltim: Harusnya Jalan Diperbaiki Bukan Mobil Dibagusin

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Minggu, 01 Mar 2026 16:00 WIB
Kondisi jalan rusak di Kubar, Kaltim yang dilalui truk ODOL.
Kondisi jalan rusak di Kubar, Kaltim/Foto: (Istimewa)
Kutai Barat -

Arief Witara, warga Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengeluhkan kondisi jalan yang sehari-hari dilewati. Ia menyebut kerusakan jalan makin terasa saat hujan turun.

Di lain sisi, Arief mengaku sudah mendengar kabar soal pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim dengan nilai Rp 8,5 miliar. Ia merasa kecewa, sebab menurutnya anggaran sebesar itu bisa diprioritaskan untuk infrastruktur dasar.

Menurutnya, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kondisi jalan yang layak, sebab warga setiap hari harus berjuang melintas dengan kendaraan seadanya. Ia tak setuju dengan alokasi anggaran untuk kendaraan mewah pejabat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seharusnya bukan mobilnya yang dibagusin, tapi jalannya yang diperbaiki," ujar Arief kepada detikKalimantan, Sabtu (28/2/2026).

Arief juga mempertanyakan alasan pembelian mobil tersebut yang disebut untuk menjaga marwah. Arief menilai marwah pemimpin seharusnya tercermin dari keberpihakan pada rakyat.

"Harusnya menjaga masyarakat, bukan menjaga marwah dengan membeli yang mahal dan tidak urgen. Poinnya jangan membawa nama masyarakat atau marwah Kaltim untuk kepentingan pribadi," tegasnya.

Arief mengatakan masyarakat tidak menuntut hal berlebihan. Mereka hanya ingin akses jalan yang layak agar aktivitas ekonomi bisa berjalan dan taraf hidup meningkat.

"Jangan membawa nama masyarakat untuk kepentingan pribadi. Kami cuma minta jalan kami layak dilalui," tegasnya.

Jalan Rusak Parah di Kubar

Jalan di Desa Dilang Puti adalah satu dari sekian banyak jalan di Kubar yang rusak. Arief mengeluhkan kondisi jalan yang sehari-hari ia lewati. Ia menyebut kerusakan jalan makin terasa saat hujan turun.

Arief mengatakan bahkan waktu tempuh perjalanan warga ke kota yang biasanya sekitar 1,5 jam, bisa mencapai 3 jam dalam kondisi tertentu.

"Ketika truk besar tersangkut di jalan, arus lalu lintas bisa tertutup total. Warga harus menunggu proses evakuasi dulu sebelum aktivitas kembali normal," cerita Arief.

Arief mengatakan titik kerusakan jalan tersebar di Kubar. Adapun di antaranya jalan Desa Gunung Pancoran, Gunung Odong hingga ruas dari Simpang Blusuk sampai perbatasan Simpang Kalteng.

Dalam foto yang dilihat detikKalimantan, tampak kondisi jalanan masih berbentuk tanah berlumpur. Terlihat mobil kesulitan melintasinya, truk pun terjebak di jalanan rusak itu.

Kondisi jalan rusak di Kubar, Kaltim yang dilalui truk ODOL.Kondisi jalan rusak di Kubar, Kaltim yang dilalui truk ODOL/ Foto: (Istimewa)

Menurut Arief, truk bermuatan 20.000 hingga 25.000 liter biasa melintas setiap hari. Kendaraan jenis tronton ban 10 juga disebut beroperasi siang dan malam tanpa henti.

"Nah itu mengakibatkan sisi jalan rusak. Yang lubang jadi danau, yang bagus jadi lubang," katanya.

Sepengetahuan Arief, jalan itu seluruhnya merupakan jalan nasional. Ia pun berharap Pemerintah Provinsi bisa membantu mencari solusi untuk penanganan jalan rusak di Kubar.

Untuk diketahui, dikutip dari surat imbauan Bupati Kubar, jalan tersebut masuk kategori kelas III dengan batas muatan sekitar 5 ton atau setara 6.000 liter. Namun, kerusakan ruas jalan nasional di desa tersebut malah makin parah akibat lalu lintas truk over dimension over loading (ODOL).

"Harapannya pemerintah provinsi dan pusat lebih serius menyikapi persoalan ini. Masyarakat hanya meminta akses jalan yang aman agar aktivitas ekonomi bisa berjalan normal," terangnya.

Ia juga meminta para pemangku kebijakan turun langsung melihat kondisi di lapangan. Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat tidak seharusnya hadir hanya saat momentum politik.



(sun/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads