Sajian Menu MBG Setengah Tongkol Jagung-Piscok yang Bikin SPPG Ditutup

Round-up

Sajian Menu MBG Setengah Tongkol Jagung-Piscok yang Bikin SPPG Ditutup

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Kamis, 26 Feb 2026 10:35 WIB
Penampakan menu MBG yang ditolak SMAN 1 Rasau Jaya.
Penampakan menu MBG yang ditolak SMAN 1 Rasau Jaya. Foto: (Istimewa)
Kubu Raya -

Selama bulan Ramadan, tiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap mendistribusikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, sajian menu MBG di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) menuai penolakan hingga berujung SPPG ditutup.

Sajian menu MBG yang dinilai minimalis yakni terdiri dari setengah tongkol jagung, lima butir kurma, tiga buah kelengkeng, satu buah jeruk, satu kue pisang cokelat (piscok), serta satu bolu kukus. Paket tersebut disebut sebagai jatah untuk dua hari.

Namun menu tersebut kemudian dikembalikan oleh ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 1 Rasau Jaya. Penolakan dilakukan karena menu yang diterima dinilai tidak sesuai dari segi pemenuhan gizi maupun kelayakan anggaran. Salah satu guru bernama Vivi Awalia, mengatakan baik guru maupun siswa sepakat tidak menerima paket makanan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena menurut kami menu yang diberikan tidak sesuai, baik dari segi budget maupun pemenuhan gizinya. Bukan hanya guru yang menolak, anak-anak juga menolak," ujar Vivi saat dikonfirmasi detikKalimantan, Selasa (24/2/2026).

Total penerima manfaat di sekolah tersebut tercatat sebanyak 743 siswa dan 50 guru. Namun, seluruhnya memilih menolak menu yang dibagikan pada hari itu.

"Itu untuk menu dua hari. Wajar jika kami menolak," tegasnya.

"Menurut kami menu yang diberikan tidak sesuai. Dari segi budget dan pemenuhan gizinya," tambah dia.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Program MBG Region (Kareg) Kalbar Agus Kurniawi menegaskan, penolakan tersebut merupakan hak sekolah dan tidak boleh ada intervensi untuk menerima program tersebut.

"Jika dirasa tidak sesuai, berhak dikembalikan dan tidak ada paksaan atau intervensi untuk menerima paket MBG," kata Agus saat dikonfirmasi detikKalimantan, Rabu (25/2/2026).

Hingga akhirnya Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional SPPG Rasau Jaya Satu 2, Kubu Raya, Kalbar. Keputusan tersebut tertuang dalam surat bernomor 585/D.TWS/02/2026 tertanggal 25 Februari 2026 yang ditujukan kepada Kepala SPPG Kubu Raya Rasau Jaya Rasau Jaya Satu 2.

Dalam surat itu disebutkan, langkah penghentian sementara didasarkan pada laporan Kepala SPPG tertanggal 24 Februari 2026 terkait dugaan kejadian menonjol, hasil investigasi singkat di lapangan, serta laporan Koordinator Regional Kalbar mengenai menu minimalis dan pemberitaan viral penolakan MBG. Pertimbangan pimpinan BGN juga menjadi dasar keputusan tersebut, terutama terkait kualitas menu MBG yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi.

"Untuk sementara SPPG Kubu Raya Rasau Jaya Rasau Jaya Satu 2 dihentikan operasionalnya sampai dinyatakan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi," demikian isi surat tersebut.

Penghentian operasional berlaku hingga hasil investigasi dan pemeriksaan menu selesai dilakukan serta dinyatakan memenuhi standar keamanan dan kelayakan pangan. Surat itu ditandatangani atas nama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi Setiawan.

Kepala Program MBG Region (Kareg) Kalbar Agus Kurniawi menambahkan bahwa SPPG yang dihentikan sementara tersebut berada di bawah naungan Yayasan Sreda Palilah Prasravana. Ia menegaskan bahwa sebelum puasa, pihaknya sudah mengimbau SPPG soal menu kering.

"Jauh sebelum bulan puasa, saya sudah beritahu ke semua SPPG untuk berhati-hati dalam menentukan menu kering. Karena bisa dihitung secara nyata dan masyarakat kita sudah pintar," jelas Agus.

Agus mengaku masih menyisir sejumlah SPPG untuk mendeteksi adanya masalah pada menu. SPPG yang bermasalah akan diberi efek jera.

"Ini masih saya sisir lagi untuk SPPG yang menu-menu bermasalah," kata Agus.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads