Rangkaian Festival Cap Go Meh 2577 Kongzili di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) tahun ini terasa istimewa. Sebanyak 49 naga akan buka mata dan bersinar usai salat Tarawih.
Perayaan budaya Tionghoa tersebut digelar bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Sejumlah agenda pun disesuaikan sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Ketua Panitia Festival Cap Go Meh 2026 Pontianak, Hendri Pangestu Lim, mengatakan sebanyak 49 naga akan menjalani prosesi buka mata pada 1 Maret 2026 di Klenteng Kwang Tie Bio, Jalan Diponegoro, mulai pukul 06.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak pukul enam pagi, 49 naga akan menjalani prosesi buka mata di Klenteng Kwang Tie Bio," ujar Hendri usai pembukaan festival, pada Rabu (25/2/2026) malam.
Ia menjelaskan, prosesi buka mata menjadi simbol dimulainya rangkaian pertunjukan naga dalam perayaan Cap Go Meh tahun ini.
Mata naga awalnya ditutup kain merah, lalu dibuka atau diberi titik oleh suhu atau tatung di Klenteng. Ritual ini bertujuan mengundang roh suci ke dalam replika naga agar bernyawa.
Naga yang sudah 'bangun' setelah dibuka matanya, dipercaya memiliki kekuatan spiritual untuk membawa berkah, kesejahteraan, serta mengusir nasib buruk di kota yang dikunjungi.
Setelah buka mata, naga akan melakukan atraksi di sejumlah lokasi yang sudah ditentukan sebelum akhirnya ditutup kembali (prosesi bakar naga) pada akhir perayaan.
Puncak kemeriahan akan berlangsung pada 3 Maret 2026 melalui arakan Naga Bersinar di sepanjang Jalan Gajahmada. Namun, arakan baru dimulai pukul 21.00 WIB sebagai bentuk toleransi terhadap umat Muslim yang melaksanakan salat tarawih.
"Naga Bersinar mulai jam sembilan malam, karena menghormati saudara Muslim kita yang tarawih," jelas Hendri.
Atraksi Naga saat pembukaan Festival Cap Go Meh 2026 di Kota Pontianak. Foto: (Istimewa) |
Rute arakan dimulai dari depan Hotel Avara hingga Jalan Budi Karya, dengan panggung utama di depan Hotel Harris. Panitia juga mempersingkat jalur arakan dan hanya menyiapkan satu titik pertunjukan agar seluruh rangkaian selesai sebelum waktu sahur tiba.
"Rute kali ini lebih pendek dan hanya satu ruang pertunjukan supaya selesai sebelum jam sahur," katanya.
Menurut Hendri, penyesuaian ini menjadi bukti bahwa Pontianak mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman. Perayaan Cap Go Meh tetap berlangsung meriah tanpa mengurangi kekhusyukan Ramadan.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kelancaran acara.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kelancaran festival tahun ini," tutupnya.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dan Ketua Panitia Festival Cap Go Meh 2026 Pontianak, Hendri Pangestu Lim meninjau stan UMKM. Foto: (Ocsya Ade CP) |
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menambahkan, seluruh rangkaian Festival Cap Go Meh telah disesuaikan dengan semangat saling menghormati antarumat beragama.
"Atraksi disesuaikan dengan kondisi saling menghormati agama lain, khususnya bulan suci Ramadan. Kita memberi ruang bagi semua kegiatan yang berdampak pada ekonomi dan budaya," katanya.
Menurutnya, perayaan Cap Go Meh yang bersanding dengan Ramadan ini kembali menegaskan identitas Pontianak sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan antarumat beragama.
Edi juga menegaskan komitmen Pemkot bersama DPRD Pontianak untuk terus menciptakan rasa nyaman bagi warga maupun pengunjung yang datang ke Pontianak.
"Kami ingin Pontianak tidak hanya nyaman bagi warganya, tetapi juga bagi tamu yang berkunjung. Di kota ini, mimpi dan harapan warganya dapat digantungkan," tuturnya.


