Bacaan Doa dan Zikir Pagi, Insya Allah Memperlancar Rezeki

Langkah Emas Raih Kemenangan

Bacaan Doa dan Zikir Pagi, Insya Allah Memperlancar Rezeki

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Minggu, 22 Feb 2026 04:01 WIB
Zikir dan Doa.
Ilustrasi Zikir dan Doa.Foto: Freepik
Balikpapan -

Mengawali hari dengan doa dan zikir pagi menjadi amalan yang dianjurkan dalam Islam. Zikir pagi menjadi amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya.

Mengamalkan dzikir di waktu pagi dapat menjadi sarana bagi seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperoleh perlindungan-Nya. Ditambah lagi dengan menunaikan di bulan suci ramadan selepas sahur dan salat subuh, insya Allah keberkahannya akan berlipat.

Zikir pagi merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk ibadah dan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Membaca zikir di waktu pagi tidak hanya mendekatkan diri kepada-Nya, tetapi juga menjadi sarana untuk memohon perlindungan dan keberkahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak umat Muslim meyakini bahwa membiasakan doa dan zikir pagi dapat menjadi pembuka pintu rezeki. Insya Allah, amalan ini membantu melancarkan urusan, menumbuhkan rasa syukur, serta menjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan sepanjang hari.

Bacaan Doa dan Zikir Pagi usai Salat Subuh

Membaca doa dan zikir setelah sholat Subuh salah satunya memiliki keutamaan berlimpah pahala dan diampuni kesalahannya meski dosanya sebesar buih di lautan. Doa dan zikir subuh bisa menjadi cara untuk mengungkapkan terima kasih atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Selain itu, doa dan zikir setelah salat Subuh juga bisa menjadi ikhtiar agar dikabulkannya doa.

Dikutip dari buku Kumpulan Doa dari Al Quran dan As Sunnah yang Shahih karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas, berikut doa dan zikir selepas salat Subuh:

1. Doa usai Salat Subuh

Allahumma innii asaluka 'ilmaanaafi'aa. Wa rizqontoyyibaa wa amalammutaqobbalaa

Artinya: (Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima." (HR Ahmad, Ibnu Majah)

Atau dikutip dari buku Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa setelah Sholat Fardhu & Sunnah karya H.M Amrin Ra'uf, doa setelah sholat fardhu Subuh lainnya:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللَّهُمَّ ذِي السُّلْطَانِ الْعَظِيمِ . وَذِي الْمَنِ الْقَدِيمِ. وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيمِ. وَوَلِي الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ أَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِينَ وَعَيْنِ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ. وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ. وَمُسْتَجَابُ لُقْمَانِ الْحَكِيمِ. وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيدِ. طَوَّلْ عُمْرِي وَصَحْحْ أَجْسَادِي وَاقْضِ حَاجَتِي وَأَكْثِرْ أَمْوَالِي وَأَوْلَادِي وَحَبِّبْ لِلنَّاسِ أَجْمَعِينَ وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِي آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَ الْكَافِرِينَ وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا. وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ. وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلَامٌ عَلَ الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Arab-latin: bismillaahir rahmaanir rahiim. allaahumma dzis sulthaanil azhiim, wa dzil mannil qadiim, wa dzil wajhil kariim, wa waliyyil kalimaatit taammaati, wad da'awaatil mustajaabah, 'aaqilil hasani wal husaini, min anfusil haqqi 'ainil qudrati wan naazhiriina waainil insi wal jinni, wa in yakaadul ladziina kafaruu liyuzliquunaka bi-abshaarihim sami'udz dzikra, wayaquuluuna lammaa innahuu lamajnuun. wa maa huwa illaa dzikrul lil 'aalamiin. wa mustajaabu luqmaanil hakiim. wa waritsa sulaimaanabni daawuuda 'alaihimas salaam. al-waduud dzul 'arsyil majiid. thawwil 'umrii, wa shahhih ajsaadii, waqdhi haajatii, waktsir amwaalii wa aulaadii, wahabbib lin naasi ajmaiin. wa tabaaadil 'adaawata kulla mimbanii aadama 'alaihis salaam. man kaana hayyaw wa yahiqqal qaulu 'alal kaafiriin. wa qul jaa-al haqqu wa zahaqal baathil, innal baathila kaana zahuuqaa. wa nunazzilu minal qur- aani maa huwa syifaa-uw warahmatul lil mu'miniin. wa laa yaziiduzh zhaalimiina illaa khasaaraa. subhaana rabbika rabbil 'izzati ammaa yashifuun, wa salaamun 'alal mursaliin, wal hamdu lillaahi rabiil 'aalamiin.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, Dzat yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan, sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar al-Qur'an dan mereka berkata, 'Sesungguhnya (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.' Dan, yang mengijabahi Luqmanul Hakim, dan Sulaiman telah mewarisi Daud As. Al-Wadud (Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih) yang memiliki singgasana yang Maha Mulia, panjangkan umurku, sehatkan jasad tubuhku, kabulkan hajatku, perbanyaklah harta bendaku dan anakku (pengikutku), cintakanlah semua manusia dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam As., orang-orang yang masih hidup (di hatinya), dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan, katakanlah, 'Yang haq telah datang, dan yang batil telah musnah. Sesungguhnya, perkara yang batil itu pasti musnah. Dan, Kami turunkan dari al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan, al-Qur'an tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya, melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah, Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir. Dan, semoga keselamatan bagi para rasul. Dan, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam."

2. Zikir usai Salat Subuh

A. Astaghfirullah 3 kali
Lalu dilanjutkan dengan membaca:

Allahumma Antassalaam wa minkassalaam. Tabaa rokta yaa dzaljalaali wal ikroom.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah (3x). Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan, Maha Suci Egkau wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan." (HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

B. Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu wa huwa alaa kulli syaiin qodiir. Allahumma laa maa ni'a limaa a'thoita. Wa laa mu'thiya limaa mana'ta. Wa laayanfa'u dzaljaddi minkaljaddu.

Artinya: "Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu." (HR Al Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud)

C. Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu wa huwa alaa kulli syaiin qodiir. Laa haula walaaquwwata illaabillaah. Laa ilaaha illallah walaa na'budu illaa iyyaahu lahunni'matu walahulfadhlu. Walahutstsanaaulhasanu. Laailaaha illallahu mukhlishiina lahuddiini walau karihal kaafiruuna.

Artinya: "Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah semata. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya. (HR Muslim, Abu Dawud, Ahmad)

D. Dibaca 10 kali usai salat Subuh:

Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu, yuhyii wayumiitu. Wahuwa 'alaa kulli syai inqodiir.

"Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR Ahmad, At Tirmidzi)

E. Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika. Wasyukrika wahusni 'ibaadatika

Artinya: "Ya Allah, tolong aku agar selalu berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu." (HR Abu Dawud, Ahmad)

F. Subhaanallaah (33 kali), Alhamdulillah (33 kali), Allaahu akbar (33 kali)
Untuk melengkapinya menjadi 100 membaca:

G. Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu, wahuwa 'alaa kulli syai inqodiir

Artinya: "Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian." (HR Abu Dawud)

H. Kemudian membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas, serta ayat kursi.

Dalil Membaca Doa dan Zikir Pagi

Dikutip dari buku Koleksi Lengkap Dzikir Pagi Petang karya Ustadz Abdul Wahhab, waktu membaca dzikir pagi dilakukan mulai dari setelah sholat Subuh hingga terbitnya matahari atau sampai matahari meninggi saat waktu Dhuha.

Allah SWT turut mengingatkan hamba-Nya untuk mengamalkan dzikir di waktu pagi, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 41-42 yang berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا . وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang." (QS Al-Ahzab: 41-42)

Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Isra ayat 78:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya: "Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."

Keutamaan Membaca Doa dan Zikir Pagi

Rasulullah SAW rutin mengamalkan zikir pagi dan mengajarkannya kepada umatnya sebagai kebiasaan yang baik. Selain mendapatkan ketenangan hati, zikir pagi juga memiliki berbagai keutamaan, seperti memperkuat keimanan, menambah pahala, serta melindungi diri dari marabahaya.

Dalam buku Sunnah Rasulullah Sehari-hari oleh Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furaih, disebutkan keutamaan dzikir pagi. Dzikir merupakan perlindungan yang kuat bagi seorang hamba selama di dunia, sekaligus menjadi tabungan berharga di akhirat kelak.

Dzikir pada pagi hari juga diyakini mampu membuka pintu rezeki. Waktu untuk membaca dzikir pagi dimulai sejak terbitnya fajar. Ketika muadzin telah mengumandangkan adzan untuk shalat fajar, maka saat itulah waktu dzikir pagi dimulai.

Sebelum memulai hari, zikir pagi juga dapat memberi manfaat yang diperoleh adalah terhindar dari segala bahaya.

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِىْ لاَيَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى اْلاَرِضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Arab latin: Bismillahilladzi laa yadurru ma'asmihi syaiun fil ardli wa laa fissamaai wahuas samii'ul 'aliim

Artinya: "Dengan nama Allah yang bila disebut segala sesuatu di Bumi dan langit tidak akan membahayakan. Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Penyayang."

Itulah bacaan dzikir pagi sesuai sunnah Rasulullah SAW yang bisa diamalkan selepas salat Subuh hingga terbitnya matahari atau waktu Dhuha. Semoga amalan kita diterima Allah pada Ramadan ini. Aamiin.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Suasana Menyambut Awal Ramadan 1447 H"
[Gambas:Video 20detik]
(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads