Aplikasi kecerdasan buatan (AI) asal China ramai diperbincangkan karena bisa bikin video mulus dengan mudah. Kini aplikasi ini membuat geger Hollywood karena dinilai berisiko terhadap industri kreatif.
Aplikasi ini bernama Seedance 2.0 yang diciptakan raksasa teknologi ByteDance. AI ini dapat menghasilkan video berkualitas sinema, lengkap dengan efek suara dan dialog, hanya modal beberapa perintah teks (prompts).
Belakangan hasil video buatan AI ini berseliweran di media sosial (medsos) yang menggabungkan karakter-karakter populer, seperti Spider-Man, Deadpool, Captain America, hingga aktor asal China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studio-studio besar seperti Disney dan Paramount menuduh ByteDance melakukan pelanggaran hak cipta. Namun, kekhawatiran mengenai teknologi ini jauh lebih dalam daripada sekadar masalah hukum.
Grup-grup besar Hollywood memprotes keras penggunaan karakter berhak cipta seperti Spider-Man dan Darth Vader oleh Seedance. Disney dan Paramount mengeluarkan somasi yang menuntut Seedance berhenti menggunakan konten mereka. Jepang juga menyelidiki ByteDance atas dugaan pelanggaran hak cipta, setelah video AI dari karakter anime populer viral.
"Ada banyak celah untuk membengkokkan aturan secara strategis, mengabaikan aturan untuk sementara waktu demi mendapatkan pengaruh pemasaran," kata Shaanan Cohney, peneliti komputasi di University of Melbourne.
Sementara bagi perusahaan kecil, Seedance terlalu berguna untuk diabaikan. Kwok mengatakan bahwa AI dengan kualitas seperti ini akan memungkinkan perusahaan seperti miliknya membuat film yang biayanya jauh melebihi kemampuan finansial mereka sebelumnya.
Ia mencontohkan tren drama mikro yang booming di Asia, yang biasanya bujetnya kecil. Temanya biasanya drama romantis atau keluarga demi menekan biaya karena membutuhkan lebih sedikit efek visual. Namun sekarang AI dapat mengangkat produksi berbujet rendah ke genre lebih ambisius seperti fiksi ilmiah dan laga.
Baca artikel selengkapnya di sini.
(bai/bai)
