Kesaksian Warga Temukan Pesawat BBM Jatuh di Krayan: Pilot Tewas Terbakar

Kesaksian Warga Temukan Pesawat BBM Jatuh di Krayan: Pilot Tewas Terbakar

Oktavian Balang - detikKalimantan
Jumat, 20 Feb 2026 20:30 WIB
Rimba Krayan
Rimba Krayan/Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan
Nunukan -

Soal jatuhnya pesawat kargo BBM Pelita Air di Krayan mulai tersingkap melalui kesaksian warga yang pertama kali menginjakkan kaki di titik nol kejadian. Di tengah hutan lebat lereng gunung, warga menemukan kondisi pesawat yang hangus terbakar dengan pilot yang masih berada di kursi kemudi.

Labo Lilit, salah satu warga yang ikut dalam tim evakuasi, menyebut lokasi jatuhnya Pesawat Air Tractor AT-802 bernomor registrasi PK-PAA tersebut berada di wilayah Pa' Belaban, area lereng gunung yang terletak di antara Pa' Betung, Krayan Timur, dan Kampung Baru.

''Kami temukan kerangka pesawat dalam keadaan masih terbakar dan berasap," ujar Labo Lilit kepada detikKalimantan, Jumat (20/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Labo menceritakan perjuangan berat menembus titik jatuh. Mereka harus berjalan kaki lebih dari dua jam dari Jalan Pa' Remayo melewati rute yang tidak lazim.

"Kami berjalan kaki sekitar dua jam lebih. Jalannya sangat sulit, kami terpaksa mengikuti jalur orang yang biasa menggesek (menggergaji) kayu di hutan untuk bisa sampai ke titik lokasi," ucapnya.

Jatuhnya pesawat awalnya terendus warga sekitar yang melihat kepulan asap hitam pekat membubung tinggi dari kejauhan. Warga bersama Babinsa kemudian bergerak cepat melakukan pencarian mandiri sebelum tim besar tiba.

''Kami mengidentifikasi lokasi jatuhnya pesawat melalui bubungan asap,'' terangnya.

Toman Panus, warga lainnya yang tiba di lokasi, menggambarkan suasana mencekam di titik jatuhnya pesawat. Kondisi bangkai pesawat sudah tidak utuh dan hangus dilalap api.

"Kondisinya sudah hangus terbakar. Kami temukan pilot masih di tempat duduknya, terikat sabuk pengaman, namun dalam keadaan sudah meninggal dunia dan hangus terbakar," ungkap Toman.

Ia menambahkan lokasi jatuhnya pesawat berada tepat di bawah lereng gunung yang tertutup semak belukar rapat. Di tengah simpang siur informasi, Labo Lilit meluruskan kabar yang menyebut pilot sempat keluar menggunakan parasut atau kursi pelontar. Ia menegaskan apa yang dilihat warga dari kejauhan bukanlah parasut.

"Saya pastikan tidak ada parasut. Yang dilihat masyarakat dari jauh menyerupai parasut itu sebenarnya adalah puing-puing pesawat yang tersebar di enam titik lokasi. Pilotnya masih di dalam, masih terikat sabuk pengaman di kursi," tegas Labo meluruskan isu yang beredar.

Dalam berita sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa pilot Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan gugur dalam tugas. Padahal, secara teknis, pesawat buatan tahun 2013 tersebut dalam kondisi prima.

"Pesawat baru saja menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026 lalu. Secara kelaikudaraan, armada ini sangat siap terbang," jelas Lukman.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads