Diduga Kesal Dengar Tadarusan, Bule Wanita Ngamuk-Ancam Warga Pakai Parang

Regional

Diduga Kesal Dengar Tadarusan, Bule Wanita Ngamuk-Ancam Warga Pakai Parang

M Zahiruddin - detikKalimantan
Jumat, 20 Feb 2026 12:31 WIB
Tangkapan layar video viral seorang bule wanita ngamuk saat warga menggelar tadarusan di Gili Trawangan, NTB, Rabu (18/2/2026).
Tangkapan layar video viral seorang bule wanita ngamuk saat warga menggelar tadarusan di Gili Trawangan. Foto: dok. Istimewa
Lombok -

Kehebohan terjadi di sebuah musala di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada malam pertama Ramadan. Seorang bule perempuan mengamuk di musala tersebut diduga karena terganggu dengan suara tadarusan yang terdengar hingga vila tempatnya menginap.

Mengutip detikBali, peristiwa terjadi pada Rabu (18/2) ketika malam pertama Ramadan. Dalam video viral yang beredar, tampak bule tersebut teriak-teriak di depan musala. Kejadian itu dibenarkan Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni.

"Yang dia permasalahkan itu kegiatan tadarusannya, karena dia terganggu dengan suara speaker itu. Akhirnya dia datang ke musala kemudian langsung marah-marah dan ngerusak mikrofon segala macam," jelasnya ketika dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan tersebut terlibat keributan dengan warga. Menurut Husni, ada warga yang terjatuh dan terluka kena cakaran. Setelah itu, perempuan bule itu pergi ke penginapannya lagi yang berjarak 50 meter dari musala.

"Ada salah satu warga itu luka. Dia cakar orang, karena saling bela diri kan. Bahkan salah satu tokoh di musola itu sampai jatuh dibuat," ceritanya.

Saat kembali ke penginapan, kata Husni, perempuan tersebut membawa ponsel salah satu warga. Husni mengaku tidak mengetahui alasannya. Namun, warga yang kesal kemudian mendatangi penginapan sekitar pukul 00.30 Wita untuk mengambil ponsel yang dibawa bule perempuan tersebut.

Situasi semakin memanas. Husni menuturkan, perempuan itu diduga tak terima diikuti sampai penginapan hingga mengancam dengan parang.

"Kita minta stafnya buat gedor. Akhirnya setelah 10 menit, baru dia keluar tapi ngancam bawa parang. Dia bilang 'what do you want' sambil dia acungkan parangnya," kata Husni.

Keesokan harinya, Kamis (19/2), perempuan bula itu mendatangi kantor polisi di Gili Trawangan untuk menyerahkan ponsel milik warga. Namun, dia tetap menolak menyerahkan parang yang digunakannya mengancam warga pada malam sebelumnya.

"Hanya satu yang bisa diamankan parang itu, satunya masih dibawa sama dia," pungkasnya.

Baca selengkapnya di detikBali.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads