Dugaan temuan ulat pada salah satu menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar) menggegerkan publik. Pihak dapur menduga ada yang iseng menyebarkan berita bohong.
Temuan ulat ini diketahui pada Rabu (11/2/2026) dan videonya viral di media sosial. Laporan awal berasal dari internal pihak sekolah setelah ditemukan kejanggalan pada makanan yang dibagikan kepada siswa.
Seorang guru yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan membenarkan adanya temuan ulat pada lauk ayam yang menjadi menu utama MBG hari itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya benar, itu dari ayam. Ada ditemukan ulat kemarin," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (13/2/2026)
Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak sekolah langsung melakukan pengecekan terhadap makanan yang telah disiapkan. Langkah itu dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak membahayakan kesehatan para siswa.
Kejadian ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua siswa. Mereka meminta pengawasan terhadap kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan MBG diperketat agar kasus serupa tidak terulang.
Sementara itu, Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ahmad Muhdor dari Kyra Catering membenarkan adanya laporan dugaan ayam berulat tersebut.
Namun, ia menegaskan temuan itu hanya terjadi pada satu ompreng dari ribuan porsi yang disiapkan.
"Semua relawan makan ayam goreng. Sekitar jam 10 ada laporan masuk. Padahal sekitar 90 siswa makan dan tidak ada keluhan. Saya datang ke sekolah, guru-guru bilang aman, tidak ada masalah. Kami hanya diinformasikan saja," ujarnya.
Ahmad juga menjelaskan bahwa video ayam berulat baru diterima pihaknya pada malam hari dan kemudian menyebar luas.
"Waktu saya datang ke sekolah, barangnya sudah tidak ada. Tengah malam pihak sekolah kirim video ayam berulat ke grup, dan dari situ videonya tersebar," katanya.
Ia bahkan mengklaim ayam yang terlihat dalam video tersebut berbeda dengan ayam yang diproduksi dapurnya.
"Pas saya cek ke sana, ayamnya beda dengan ayam kami. Entah ada yang iseng atau bagaimana. Benda itu cuma satu dari sekitar 2.500 omprengan. Kalau lebih dari dua omprengan mungkin masih bisa disebut kejadian. Itu pun jaraknya kurang dari lima jam, karena kami masak jam 3 pagi dan temuan sekitar jam 10 pagi," pungkasnya.
(bai/bai)
