Bertambah Lagi! Korban Keracunan MBG di Ketapang Jadi 370 Orang

Bertambah Lagi! Korban Keracunan MBG di Ketapang Jadi 370 Orang

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Jumat, 06 Feb 2026 17:27 WIB
Korban yang Diduga Keracunan Perkedel Tahu MBG di Ketapang
Korban yang diduga keracunan perkedel tahu MBG di Ketapang. Foto: Istimewa
Ketapang -

Jumlah korban keracunan perkedel tahu menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) terus bertambah. Saat ini, total korban menjadi 370 orang.

"Dilaporkan dari Puskesmas Marau, 6 Februari pukul 15.00 WIB, informasi perkembangan penanganan terduga keracunan makanan (MBG), jumlah pasien yang ditangani sudah mencapai 370 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ketapang, dr. Feria Kowira kepada detikKalimantan, Jumat (6/2/2026) siang.

Dari jumlah itu, kata Feria, ada sekitar 50 orang yang masih dirawat di Puskesmas Marau dan RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selebihnya sudah diperbolehkan pulang dengan kondisi yang baik," kata dia.

Korban yang sudah pulang ke rumah masing-masing turut dibekali obat-obatan. Tujuannya, untuk memaksimalkan masa pemulihan. "Mereka kami bekali obat-obatan," ujar Feria.

Penanganan kejadian ini, kata dia, juga didukung oleh kerja sama lintas sektoral yang melibatkan unsur Kecamatan Marau dan Air Upas, Polsek, Koramil, tim kesehatan, serta perusahaan-perusahaan yang ada di Marau dan sekitarnya.

Tenaga medis di Puskesmas Marau juga dibantu dari tim kesehatan Puskesmas Jelai Hulu, Puskesmas Suka Mulia dan Dinkes Ketapang.

"Total terdapat delapan tim kesehatan yang dikerahkan untuk memastikan penanganan berjalan optimal," kata Feria.

Saat ini, kata Feria, semua pasien dalam kondisi tertangani. Obat-obatan dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) juga tersedia dengan cukup.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak. Semoga kondisi ini dapat segera pulih sepenuhnya dan kejadian serupa tidak terulang kembali," ucapnya.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads