2 Lampion Raksasa Setinggi 4,4 Meter Siap Meriahkan Imlek di Kubu Raya

2 Lampion Raksasa Setinggi 4,4 Meter Siap Meriahkan Imlek di Kubu Raya

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Kamis, 05 Feb 2026 09:00 WIB
Lampion raksasa setinggi 4,4 meter siap sambut Imlek di Kubu Raya. (Ocsya Ade CP)
Foto: Lampion raksasa setinggi 4,4 meter siap sambut Imlek di Kubu Raya. (Ocsya Ade CP)
Kubu Raya -

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Tie di Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) menghadirkan dua lampion raksasa. Lampion tersebut diklaim sebagai yang terbesar di Indonesia dan menjadi magnet bagi warga untuk berfoto.

Lampion raksasa itu memiliki perimeter masing-masing sepanjang 22,8 meter atau berdiameter 7,26 meter dengan tinggi mencapai 4,4 meter. Proses pengerjaannya telah berlangsung selama tiga minggu dan ditargetkan rampung satu minggu sebelum perayaan Imlek.

"Harus selesai sebelum Imlek, pasti selesai," ujar Lai Ket Liong, Seksi Perlengkapan Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Tie kepada detikKalimantan, Rabu (4/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menerangkan, pembangunan lampion raksasa ini sudah menjadi tradisi tahunan sejak 2019, bahkan terus berkembang dari tahun ke tahun.

"Kami mulai membuat lampion sejak tahun 2019, waktu pandemi Covid-19. Tapi dulu ukurannya belum sebesar ini. Tahun ini yang paling besar," kata Lai Ket Liong yang mengaku terlibat langsung dalam pengerjaan.

Menurutnya, keberadaan lampion tersebut tidak hanya menarik minat warga lokal, tetapi juga pengunjung dari luar Kalbar. Setiap hari, area vihara ramai dipadati masyarakat yang datang untuk melihat dan mengabadikan momen. Apalagi nanti ketika sudah memasuki Imlek.

"Banyak yang datang foto-foto di sini. Bahkan ada juga dari luar Kalbar," tutur Lai Ket Liong.

Ia pun dengan optimis menyebut lampion tersebut sebagai yang terbesar, bukan hanya di Kalbar, tetapi juga di Indonesia.

Lampion raksasa setinggi 4,4 meter siap sambut Imlek di Kubu Raya. (Ocsya Ade CP)Lampion raksasa setinggi 4,4 meter siap sambut Imlek di Kubu Raya. (Ocsya Ade CP)

"Kami berani bilang ini lampion terbesar di Indonesia, karena sejauh yang kami tahu, di tempat lain belum ada yang seperti ini," ungkapnya.

Lai Ket Liong menceritakan bahwa pengerjaan lampion melibatkan enam hingga delapan orang. Mulai dari proses membelah bambu, merangkai rangka, memasang kain, hingga pengecatan dan pemasangan lampu.

Rangka lampion dibuat dari bambu yang disambung menyesuaikan bentuk, lalu dibalut kain. Menariknya, kain yang digunakan dibuat utuh tanpa sambungan.

"Kalau lampunya pakai yang tahan air, itu cukup mahal," kata dia.

Lai Ket Liong mengungkapkan ide pembuatan lampion raksasa ini berasal dari ketua vihara. Berawal dari konsep sederhana lampion kecil yang dirangkai, lalu dikembangkan menjadi desain besar dan megah seperti sekarang.

"Lampion raksasa ini ide dari ketua vihara. Dulu kami membuat dari ratusan lampion kecil yang dirangkai menjadi satu kesatuan lampion besar. Sekarang kami buat langsung dalam ukuran besar," ujar Lai Ket Liong.

Dua lampion raksasa tersebut menghabiskan biaya lebih dari Rp30 juta. Dana pembuatannya berasal dari kas vihara serta sumbangan para donatur. Seluruh bahan mulai dari bambu, kain, hingga lampu, juga merupakan hasil dukungan para donatur.

"Hampir seluruh bahan berasal dari sumbangan relawan dan kas bersama. Bambu, kain, sampai lampu semua dari sumbangan," kata Lai Ket Liong.

Dengan ukuran spektakuler dan proses pengerjaan yang penuh kebersamaan, lampion raksasa ini bukan hanya menjadi hiasan Imlek semata, tetapi juga simbol semangat gotong royong, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat dalam melestarikan tradisi budaya.

Pengurus vihara berharap kehadiran lampion raksasa ini dapat menambah semarak perayaan Imlek sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya dan religi di Kabupaten Kubu Raya.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads