Programmer Tewas di Rumah, Chat Terakhir Berisi Tugas Menumpuk

Programmer Tewas di Rumah, Chat Terakhir Berisi Tugas Menumpuk

Adi Fida Rahman - detikKalimantan
Senin, 02 Feb 2026 17:01 WIB
Ilustrasi programmer
Ilustrasi programmer. Foto: Unsplash via Asiaone
Balikpapan -

Tragedi kematian Gao Guanghui, seorang programmer berusia 32 tahun di China, menjadi sorotan tajam setelah ia pingsan saat bekerja lembur di rumahnya. Dikutip detikINET dari Asiaone, diduga kematiannya disebabkan beban kerja yang berat.

Kejadian bermula ketika Gao, yang baru saja mengemban jabatan sebagai manajer departemen, memaksakan diri menyelesaikan pekerjaan meski kondisi fisiknya sedang menurun. Selain menangani kode pemrograman, ia juga bertanggung jawab atas manajemen dan layanan pelanggan.

Pekerjaan ini membuatnya sering terjaga hingga larut malam tanpa waktu istirahat yang memadai. Pada hari kejadian, Gao sempat mengeluh tidak enak badan namun tetap membuka laptop di ruang tamu sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia segera dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul satu siang akibat dugaan serangan jantung mendadak.

Hal yang menambah duka keluarga adalah fakta bahwa ponsel Gao tetap menerima rentetan pesan pekerjaan di grup WeChat saat ia sedang dalam kondisi kritis, termasuk instruksi mendesak untuk menyelesaikan tugas yang harus rampung pada awal pekan.

Saat ini, mereka sedang berupaya mengajukan permohonan kompensasi kecelakaan kerja kepada pemerintah, meski prosesnya masih belum menemui titik terang. Selain itu, istri Gao juga mengeluhkan penanganan barang-barang pribadi suaminya oleh pihak kantor yang dianggap tidak tertata dan sebagian diduga telah dibuang.

Baca artikel selengkapnya di sini.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads