Temani Nenek Mancing di Kolam Sekolah, Bocah SD Malinau Tewas Tersetrum

Temani Nenek Mancing di Kolam Sekolah, Bocah SD Malinau Tewas Tersetrum

Oktavian Balang - detikKalimantan
Senin, 02 Feb 2026 08:28 WIB
Tangan tersengat listrik.
Foto: Ilustrasi menggunakan Gemini AI
Malinau -

Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun, Muhammad Sainal, tersengat arus listrik di sebuah kolam ikan milik SMK SPP, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara). Peristiwa nahas tersebut menyebabkan korban meninggal dunia.

Peristiwa terjadi di SMK SPP, Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara. Kapolsek Malinau Utara, Ipda Jefri Patandean, mengatakan insiden terjadi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 16.30 Wita.

"Benar, korban meninggal dunia diduga akibat tersengat arus listrik. Kejadiannya sore hari di area kolam milik sekolah SMK SPP," ujar Ipda Jefri saat dikonfirmasi detikKalimantan, Senin (2/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Jefri, kejadian bermula saat korban yang merupakan pelajar kelas 6 SD tersebut pergi memancing bersama neneknya di lokasi kejadian. Nenek korban memancing di kolam sebelah, sementara korban berada tak jauh dari lokasi tersebut.

"Sebelum kejadian, korban sempat berpamitan kepada neneknya. Namun, beberapa saat kemudian ketika sang nenek memanggil, korban tidak menyahut," jelas Jefri.

"Neneknya melihat ada kabel melintang di atas air yang mengeluarkan asap. Saat dilihat ke bawah (ke arah kolam), cucunya sudah berada di dalam air dengan posisi tangan di kepala," tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, sang nenek nekat melompat ke dalam kolam untuk mengevakuasi cucunya. Ia kemudian meminta pertolongan kepada mobil yang melintas untuk membawa korban ke rumah sakit.

"Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit," ungkapnya.

Berdasarkan hasil olah TKP sementara, polisi menemukan adanya instalasi kabel listrik milik sekolah yang melintang di area kolam. Kabel tersebut digunakan untuk menyalurkan listrik dari bangunan kantor sekolah ke rumah dinas (mess) penjaga kolam.

"Kabel itu milik sekolah, diambil dari kantor atas untuk peruntukan lampu di perumahan atau tempat praktik di seberangnya. Posisi kabel melintang di atas kolam," ungkap Jefri.

"Kesimpulan sementara korban meninggal karena tersengat arus listrik," tegasnya.

Saat ini, Polsek Malinau Utara telah melakukan visum terhadap jenazah korban dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga telah meminta keterangan awal dari nenek korban.

"Untuk pemeriksaan lengkap termasuk kepada Kepala Sekolah SMK SPP, akan kami lakukan hari ini. Kami juga akan mengamankan barang bukti berupa kabel tersebut," tegas Jefri.

Atas kejadian ini, Ipda Jefri mengimbau kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas sembarangan di lahan milik instansi yang bukan untuk umum. Ia juga memberikan peringatan keras kepada pihak sekolah dan instansi lain terkait keamanan instalasi listrik.

"Kami menghimbau pihak sekolah, apabila menyambung arus listrik dari satu tempat ke tempat lain, usahakan aman dari jangkauan anak-anak. Gunakan tiang yang standar agar kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menjelajahi Hutan Mencari Buah Lempasu di Kalimantan Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads