Truk pengangkut buldoser menabrak rangka Jembatan Malinau, Kalimantan Utara. Kasat Lantas Polres Malinau, Iptu Dhea Gustriwidya Ningrum, memastikan proses pengawalan truk sudah berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Dhea menepis anggapan pengawalan terhadap konvoi alat berat tersebut tidak maksimal. Menurutnya, jarak aman antara mobil pengawalan dan truk pengangkut sudah dijaga.
"Ini kejadian yang tidak sengaja terjadi. Untuk pelaksanaan sudah kita lakukan sesuai SOP dengan jarak mobil pengawalan dan alat berat sekitar 300 meter," ujar Dhea saat dikonfirmasi, Minggu (1/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dhea menjelaskan peristiwa bagian pisau (blade) buldoser menghantam rangka baja jembatan merupakan kejadian tak terduga. Itu di luar kendali petugas pengawalan.
"Pengawalan dilakukan secara maksimal. Hal ini memang tidak bisa kita hindari karena pasti akan ada saja kejadian di jalan. Untuk alat buldoser itu sendiri tidak secara sengaja menyentuh jembatan, hal tersebut di luar dari kendali kita," jelasnya.
Saat ditanya apakah insiden tersebut masuk dalam kategori pelanggaran lalu lintas, Dhea menegaskan tidak ada unsur pelanggaran dalam peristiwa itu. Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat benturan tersebut.
"Siap tidak (ada pelanggaran). Untuk korban atas insiden tidak ada," tegas Dhea.
Terkait kerusakan serius pada dua komponen rangka baja jembatan, pihak kepolisian menyebut pemilik alat berat telah berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh. Perbaikan infrastruktur tersebut rencananya akan langsung dikerjakan.
"Untuk saat ini tindak lanjutnya sudah dilakukan tanggung jawab oleh pihak CV. Damai Bangun Jaya selaku pemilik alat berat untuk memperbaiki jembatan tersebut. Informasinya akan dilakukan perbaikan malam ini," pungkasnya.
Pada berita sebelumnya, Pemkab Malinau memberikan penjelasan resmi terkait insiden tertabraknya Jembatan Malinau oleh kendaraan pengangkut alat berat. Sekda Dr. Ernes Silvanus membenarkan kejadian tersebut menyebabkan kerusakan serius pada struktur jembatan.
Kecelakaan itu terjadi di ruas jalan nasional yang menghubungkan Malinau Kota dengan Malinau Seberang pada Sabtu (31/1/2026) sore. "Benar, pada Sabtu sore telah terjadi insiden kendaraan angkutan alat berat di Jembatan Malinau. Kendaraan tersebut merupakan trailer pengangkut buldoser yang bergerak dari arah Malinau Kota menuju Malinau Seberang," ujar Ernes dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).
