Pada 29 November 2025, pria di China yakni Gao Guanghui meninggal akibat serangan jantung. Penyakit yang diidap Gao dikaitkan dengan beban kerjanya sebagai programmer.
Dikutip detikHealth dari Mothership, Gao sebelumnya dipromosikan menjadi manajer departemen sehingga menuntutnya sering bekerja lembur. Dari ponselnya, terlihat sang istri sempat mengirimkan pesan agar Gao segera pulang dan beristirahat di rumah.
"Di mana kamu? Bisakah kamu segera pulang? Tahukah kamu bahwa kami masih menunggumu pulang?" berikut pesan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gao Merasa Tak Enak Badan hingga Pingsan
Pada 29 November pagi, Gao bekerja seperti biasa di rumah. Tetapi, pria itu tiba-tiba merasa tidak enak badan dan sulit untuk berdiri. Gao langsung dilarikan ke rumah sakit. Ia sempat meminta istrinya untuk membawakan laptop miliknya ke rumah sakit.
Gao berpikir kondisinya tidak serius, sehingga bisa segera bekerja kembali. Namun, saat menuju ke rumah sakit, Gao tiba-tiba pingsan dan mulai kejang-kejang.
Dikutip dari Must Share News, para tetangga langsung menghubungi layanan darurat dan bergantian melakukan resusitasi jantung paru (CPR), sambil menunggu tim medis tiba.
Tim medis sampai ke tempat Gao pada pukul 09.14 waktu setempat. Lalu, pukul 09.46 Gao dipindahkan ke Rumah Sakit Pengobatan Tradisional China, Provinsi Guangdong karena koma. Sayangnya, nyawa Gao tidak bisa diselamatkan. Pria itu dinyatakan meninggal secara klinis pada pukul 13.00.
Hasil Catatan Medis
Berdasarkan catatan medis diketahui penyebab kematian Gao adalah henti napas dan jantung mendadak, dengan sindrom Stokes-Adams. Itu adalah kondisi yang melibatkan hilangnya kesadaran secara tiba-tiba, yang disebabkan oleh irama jantung yang tidak normal.
Keluarganya menemukan hasil pemeriksaan kesehatan terakhir Gao yang dilakukan pada Juni 2024. Hasilnya menunjukkan elektrokardiogram yang normal.
Gao Masih Bekerja di Hari Kematiannya
Gao masih bekerja di hari kematiannya. Catatan penelusuran internet menunjukkan pagi itu ia masih mengakses sistem internal kantor perusahaannya, setidaknya sebanyak lima kali.
Bahkan, di malam sebelumnya Gao memberitahu istrinya bahwa ia sedang memiliki tugas pekerjaan yang harus diselesaikan keesokan harinya. Catatan menunjukkan empat tugas departemen dijadwalkan untuk memenuhi tenggat waktu mereka pada 29 November. Saat sedang berada di rumah sakit, Gao bahkan dimasukkan ke dalam grup WeChat.
Di dalam grup, Gao mendapatkan pesan dari seorang kolega yang memintanya untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang mendesak. Delapan jam setelah dinyatakan meninggal dunia, ponsel Gao kembali menerima pesan.
"Ada tugas mendesak Senin pagi, barang gagal inspeksi hari ini, jadi ini perlu diubah," tulis pesan itu.
Melihat pesan itu, pihak keluarga yakin Gao meninggal setelah kelelahan karena bekerja berlebihan atau overwork. Mereka mengungkapkan Gao pernah lembur hingga larut malam karena berbagai alasan, seperti makan malam dengan klien atau mengalami keadaan darurat.
Tak hanya sebagai programmer, Gao juga melakukan pekerjaan manajemen dan bertanggung jawab atas layanan purna jual pelanggan. Bahkan, pada November 2025, Gao bisa lembur sampai pukul 23.58 waktu setempat.
Baca selengkapnya di sini.
Simak Video "Pemicu Stres Saat Bekerja Bisa dari Internal dan Eksternal"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/des)
