Cerita Pekerja PLTU Sukabangun: Bukan Terjatuh, tapi Tertimbun Reruntuhan

Cerita Pekerja PLTU Sukabangun: Bukan Terjatuh, tapi Tertimbun Reruntuhan

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Kamis, 22 Jan 2026 21:31 WIB
Vemas, korban selamat dalam kecelakaan kerja di PLTU Sukabangun. (Istimewa)
Foto: Vemas, korban selamat dalam kecelakaan kerja di PLTU Sukabangun. (Istimewa)
Ketapang -

Kecelakaan kerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) pada Rabu (21/1/2026) masih diselidiki kepolisian. Berdasarkan kesaksian korban selamat, pekerja yang tewas bukan karena terjatuh, tetapi tertimbun.

"Informasi awal itukan kami terjatuh, sebenarnya tidak, kami tertimbun reruntuhan debu batu bara yang sudah mengeras," kata Vemas (38), korban selamat saat ditemui wartawan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang, Kamis (22/1/2026).

Vemas adalah satu dari empat korban dalam insiden yang terjadi pada pukul 16.30 WIB. Mereka adalah pekerja perusahaan ketiga yang bertugas membersihkan debu bekas atau sisa pembakaran batu bara (fly ash) di cerobong PLTU Sukabangun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum kejadian, kata Vemas, ia bersama tiga pekerja lain sedang melakukan pembersihan debu batu bara yang mengeras di dalam cerobong pembuangan.

"Kami berempat berada di dalam lubang cerobong. Ada yang di bawah, ada juga di samping. Tiba-tiba debu dari atas runtuh dan langsung ambruk ke bawah," ceritanya.

Debu batu bara yang runtuh langsung menimpa dan menimbun pekerja ini. Kondisi debu tersebut sudah mengeras seperti tanah setelah kena hujan. Ada korban yang sempat berteriak meminta tolong.

Pekerja lainnya yang mendengar teriakan ini langsung memberikan pertolongan sebelum tim SAR dan kepolisian tiba di lokasi. Usai dievakuasi dari dalam cerobong, seluruh korban segera dilarikan ke RSUD dr Agoesdjam Ketapang.

Namun dua korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara dua pekerja lainnya dapat diselamatkan dan kini sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi medis.

Dua pekerja dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni JN (35), warga Mekar Sari/Sindur, dan RN (32), warga Sukabangun Dalam, RT 13. Sementara dua korban selamat masing-masing berinisial Vemas (38) dan HR (30), warga Sukabangun Dalam, RT 1.

Sementara itu, kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan yang diduga karena adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

"Sampai saat ini pihak Polres Ketapang masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab kecelakaan kerja tersebut," kata Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris dihubungi detikcom, Kamis (22/1/2026).

Sebelumnya diberitakan, kejadian bermula saat para pekerja sedang membersihkan debu di corong blower. Debu tersebut sisa pembakaran batu bara. Sekitar 30 menit setelah pekerjaan dimulai, pegangan yang dilas pada dinding plat cerobong diduga runtuh secara tiba-tiba.

Runtuhnya pegangan tersebut menyebabkan empat pekerja terjatuh dari ketinggian. Suara benturan keras disertai getaran kuat sempat mengundang perhatian rekan kerja di sekitar lokasi, yang kemudian memberikan pertolongan awal.

Aparat berwenang sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan. Termasuk kemungkinan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PLTU Sukabangun belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads