Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai terjadi di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) sejak Jumat (16/1/2026). Terkini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, Herry Purwoko mengatakan sudah ada tiga titik api di Kubu Raya.
"Sudah ada titik api di tiga kecamatan di Kubu Raya, yakni Sungai Raya, Sungai Kakap, dan Rasau Jaya," kata Herry, Selasa (20/1/2026).
Lahan gambut di Kubu Raya diketahui cukup luas, sekitar 70-80 persen dari luas kabupaten tersebut. Kondisi ini menjadi salah satu kendala utama proses pemadaman. Selain api bisa cepat menjalar, pengelolaan air di lahan gambut juga menjadi kendala tim pemadam kebakaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karakteristik lahan gambut yang mudah tergenang pada musim hujan dan rentan mengalami kekeringan pada musim kemarau. Pada kondisi saat ini, terjadi keterbatasan sumber air, serta angin yang cukup kencang.
"Sehingga, kita kesulitan mendapatkan air untuk pemadaman. Ditambah angin kencang," katanya.
Belum lama ini, kata Herry, karhutla terjadi di Sungai Raya Dalam. Api yang membakar lahan gambut, nyaris menjalar ke kawasan permukiman warga.
Beruntung tim pemadam kebakaran cepat menjinakkan api. Sementara kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya, kini telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sudah menetapkan status siaga darurat pada 14 Januari 2026 sampai 14 hari ke depan," ucap Herry.
Sebelumnya pada 17-18 Januari 2026, titik api dilaporkan muncul di dua lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Sungai Kakap. Berdasarkan data lapangan, lokasi kebakaran pertama terdeteksi di Jalan Sultan Agung, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya.
Api menghanguskan lahan dengan luas mencapai kurang lebih 2 hektare. Sementara itu, lanjut Ade, titik kedua terpantau di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, dengan luas lahan terdampak sekitar kurang lebih 1,5 hektare.
Dua lokasi itu merupakan lahan kosong dengan vegetasi gambut yang sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika api sudah merambat ke bawah permukaan tanah.
Baca juga: Karhutla Terjadi di 2 Titik Kubu Raya |
(aau/aau)
