Suasana di dalam gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan sempat memanas di tengah aksi mahasiswa menolak pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh DPRD. Audiensi antara mahasiswa dan Ketua DPRD Kalsel Supian HK sempat berlangsung tegang.
Awalnya mahasiswa bersikeras ingin masuk ke dalam gedung untuk menyampaikan kajian-kajian. Begitu tiba di dalam, mahasiswa menyampaikan tuntutan-tuntutan dan meminta agar Supian HK menyatakan menolak wacana pemilihan melalui DPRD. Namun, Supian menegaskan bahwa keputusan bukan di tangan DPRD, melainkan pusat yang menggodok kebijakan tersebut.
"Kami ini tidak punya hak untuk menolak, kami hanya bisa membawa aspirasi kalian dan yang berhak menolak itu DPR RI dan pemerintah," tegas Supian di depan mahasiswa, Senin (19/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supian HK terus menegaskan bahwa ia siap membubuhkan tanda tangan dalam surat penolakan terhadap wacana pilkada oleh DPRD tersebut. Ia juga memberi pernyataan atas nama partainya.
"Kami menolak sesuai kehendak kalian, sini tanda tangan saya keluar. Saya menolak, atas nama partai Golkar, atas nama Wakil Rakyat, atas nama DPRD kami menolak," kata Supian lagi.
Hal senada juga disampaikan oleh sejumlah perwakilan anggota DPRD lainnya yakni, Rais Rohayat dari Fraksi PAN, Alpiya Rakhman dari Fraksi Gerindra, dan Suripno Sumas dari Fraksi PKB.
"Kami DPRD sepakat menolak itu, silakan tanda tangan kami siap," pungkas Supian.
(des/des)
