Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi di depan DPRD Provinsi Kalsel, Kota Banjarmasin. Aksi ini merupakan bentuk penolakan Pilkada yang dipilih oleh DPRD.
Mahasiswa menuntut agar Ketua DPRD Kalsel Supian HK bisa mewakili suara mereka untuk menolak usulan tersebut. Supian HK langsung hadir di tengah massa aksi.
Dialog pun terjadi antara mahasiswa dengan Supian HK. Tuntutan itu tak lain mengenai usulan pemilihan kepala daerah yang bisa dipilih oleh DPRD, bahkan disebutkan usulan itu paling didukung dan disetujui oleh Golkar, partai yang menaungi Supian HK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjawab tuntutan yang diberikan kepadanya, Supian HK menegaskan siap menandatangani surat usulan keberatan yang diolah oleh mahasiswa, dan akan membawanya ke Jakarta pada Kamis (22/1) mendatang.
Aksi unjuk rasa mahasiswa se-Kalsel menolak Pilkada tak langsung, di depan Gedung DPRD Kalsel, Senin (19/1/2026). (Khairun Nisa/detikKalimantan) |
"Saya hari ini siap menandatangani surat penolakan yang adik-adik buat," tegas Supian HK, Senin (19/1/2026).
Namun, hal itu bukan yang diharapkan massa aksi. Melainkan, meminta Supian agar membuat surat yang menyatakan penolakan terhadap usulan itu sendiri.
Dialog dan orasi terus disampaikan mahasiswa terhadap jajaran wakil rakyat. Aksi ini merupakan aksi lanjutan dari yang sebelumnya digelar pada Kamis (15/1) lalu.
(bai/bai)

