Ada Bahaya di Balik Kepercayaan Khasiat Air Sinkhole

Ada Bahaya di Balik Kepercayaan Khasiat Air Sinkhole

Suci Risanti Rahmadania - detikKalimantan
Senin, 19 Jan 2026 06:01 WIB
Warga melihat dari jauh sinkhole di Nagari Situjua Batua, Limapuluh Kota, Sumbar. (Antara/Fandi Yogari)
Foto: Warga melihat dari jauh sinkhole di Nagari Situjua Batua, Limapuluh Kota, Sumbar. (Antara/Fandi Yogari)
Balikpapan -

Sinkhole membuat geger warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Ada lubang raksasa muncul di tengah lahan persawahan milik seorang warga di kawasan pertanian Pombatan.

Saat itu, kondisi sawah tengah digarap warga. Adrolmios alias Si Ad (61), warga Nagari Situjuah yang menggarap sawah tersebut mengungkap kejadian pada Minggu (4/1/2025) siang.

Sawah garapan Adrolmios yang sebelumnya retak-retak karena kemarau, tiba-tiba muncul lubang besar. Lubang itu diameternya makin lama semakin besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dalamnya terdapat air dengan kedalaman diperkirakan mencapai sekitar 20 meter. Lubang itu pun kemudian jadi tontonan ratusan masyarakat. Polisi langsung datang untuk memasang police line di sekitar lokasi.

Fenomena alam itu kemudian jadi sorotan. Lubang besar berisi air berwarna biru kehijauan itu ramai didatangi warga, bahkan tak sedikit yang percaya airnya memiliki khasiat bagi tubuh dan bisa memberikan kesembuhan.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari kemudian mewanti-wanti agar masyarakat lebih berhati-hati. Ia menegaskan air dari sinkhole tersebut tidak boleh diminum langsung lantaran mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) yang sangat tinggi.

"Jangan diminum langsung. Yang penting jangan diminum langsung. Kalau misalnya mau dibawa pulang, perhatikan dengan pesan ataupun informasi yang disampaikan oleh Wagub bahwa e coli sangat tinggi," ucapnya, dikutip detikHealth dari 20detik, Minggu (18/1/2026).

"Masyarakat kan bilangnya air itu bisa menyembuhkan penyakit. Sehingga mereka ada yang membawa atau diolah atau tidak pada akhirnya. Tapi berdasarkan informasi, e coli tinggi," lanjutnya.

Adrin menjelaskan, tingginya kadar e coli berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pencernaan. Bakteri ini diketahui dapat menyebabkan diare hingga keluhan pencernaan lain bila air yang terkontaminasi dikonsumsi tanpa pengolahan yang aman.

Di sisi lain, Adrin menerangkan sinkhole merupakan fenomena alam yang terjadi akibat runtuhnya lapisan batugamping di bawah permukaan tanah. Prosesnya berlangsung dalam waktu lama dan dipicu oleh air hujan yang bersifat asam karena menyerap karbon dioksida (COβ‚‚) dari udara dan permukaan tanah.

"Air hujan ini meresap ke dalam tanah dan melarutkan batuan yang mudah larut, terutama batugamping, sehingga membentuk rekahan dan rongga di bawah permukaan," ucapnya, dikutip dari laman resmi BRIN.

Seiring waktu, air permukaan dan air tanah yang mengalir melalui rekahan tersebut menyebabkan rongga semakin membesar dan melemahkan lapisan penyangga di atasnya. Ketika hujan lebat terjadi, lapisan penutup rongga menjadi semakin tipis hingga pada suatu titik tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.

"Saat itulah lapisan atap runtuh secara tiba-tiba dan terbentuk lubang di permukaan tanah yang kita kenal sebagai sinkhole," ujar Adrin.

Terkait kualitas air yang ditemukan di dalam sinkhole, Adrin menjelaskan air tersebut umumnya berasal dari air hujan dan air bawah permukaan. Oleh karena itu, kelayakan air untuk dikonsumsi tidak bisa langsung disimpulkan.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads