Warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat dibuat heboh dengan penampakan lubang raksasa muncul di tengah lahan persawahan. Sinkhole, begitu sebutan fenomena ini, ditemukan terdapat di sawah milik seorang warga di kawasan pertanian Pombatan.
Saat itu, kondisi sawah tengah digarap warga. Adrolmios alias Si Ad (61), warga Nagari Situjuah yang menggarap sawah tersebut mengungkap kejadian pada Minggu (4/1/2025) siang.
"Saya baru tahu, kejadiannya tadi sekitar jam 11.00 WIB," kata Adrolmios kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Adrolmios, kejadian ini pertama kali diketahui Mak Etek Uwid, warga setempat yang sedang bekerja di sekitar lokasi. Tiba-tiba dia mendengar bunyi bergemuruh, seperti ledakan.
"Mak Etek menceritakan, dia mendengar suara seperti ledakan," lanjutnya.
Mak Etek Uwid kaget, ternyata di sawah garapan Adrolmios yang sebelumnya retak-retak karena kemarau, tiba-tiba muncul lubang besar. Lubang itu diameternya makin lama semakin besar.
Di dalamnya terdapat air dengan kedalaman diperkirakan mencapai sekitar 20 meter. Lubang itu pun kemudian jadi tontonan ratusan masyarakat. Polisi langsung datang untuk memasang police line di sekitar lokasi.
Hingga hari ini, Selasa (6/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota menyebut pergerakan tanah terus terjadi di lokasi sinkhole. Warga diminta tak mendekat.
"Hingga saat ini pergerakan tanah masih terus terjadi dan hal ini telah diantisipasi memasang garis polisi di sekitar sinkhole," kata Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD Limapuluh Kota Alexandra di Kabupaten Limapuluh Kota dilansir Antara, Selasa (6/1/2026).
Sebuah lubang raksasa muncul di tengah lahan persawahan milik warga dii Nagari SItujuah Batua, Kabupaten 50 Kota, Sumbar. (Jeka Kampai/detikSumut) |
Alexandra mengatakan petugas telah melakukan pendataan awal mengenai tanah yang tiba-tiba berlubang di Nagari Situjua Batua itu. Lubang itu memiliki panjang 10 meter, lebar 7 meter dengan kedalaman 5,7 meter.
Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward menyebut sinkhole biasanya terjadi pada daerah-daerah yang di bawahnya ada batuan kapur atau gamping. Ade memperkirakan lubang raksasa yang muncul di daerah Situjuah Batua kemungkinan besar adalah batu kapur yang merupakan bagian dari bukit kapur di Halaban dan daerah PLTA Agam.
Fenomena sinkhole kerap terjadi di daerah batu kapur seperti di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota. Ade menjelaskan Nagari Situjuah merupakan kawasan batu kapur, namun tertutup oleh material erupsi Gunung Sago.
Kawasan subur ini umumnya dikelola oleh masyarakat setempat sebagai lahan pertanian. Dia mengatakan sifat dari kawasan batuan kapur adalah mudah larut jika terkena air hujan, kemudian terjadi retakan yang pada akhirnya menciptakan lubang besar atau disebut juga dengan fenomena sinkhole.
Dia menilai pemerintah setempat atau masyarakat setempat harus sesegera mungkin menutup atau menimbun lubang tersebut dengan material tanah, pasir, batu hingga dilakukan pengecoran demi mencegah kecelakaan.
"Jadi, ini bukan fenomena baru di Situjuah. Masyarakat lokal kerap menyebutnya dengan istilah Sawah Luluih," ujar dia.

