Air Sinkhole Diambil Warga Buat Obat, BRIN: Harus Dianalisis

Regional

Air Sinkhole Diambil Warga Buat Obat, BRIN: Harus Dianalisis

Yulida Medistiara - detikKalimantan
Jumat, 16 Jan 2026 22:30 WIB
Warga melihat dari jauh sinkhole di Nagari Situjua Batua, Limapuluh Kota, Sumbar. (Antara/Fandi Yogari)
Foto: Warga melihat dari jauh sinkhole di Nagari Situjua Batua, Limapuluh Kota, Sumbar. (Antara/Fandi Yogari)
Jakarta -

Fenomena sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) dimanfaatkan airnya oleh warga untuk pengobatan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan air tersebut harus dianalisis dulu agar tidak membahayakan.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari menjelaskan sinkhole atau lubang runtuhan tanah kerap terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya kawasan yang tersusun oleh lapisan batugamping. BRIN mengatakan kelayakan air di dalamnya perlu diuji sebelum dikonsumsi.

"Air harus melalui analisis kimia terlebih dahulu, meliputi kejernihan, warna, bau, rasa, pH, kandungan bakteri berbahaya seperti E. coli, serta logam berat, sesuai standar kesehatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan," ujar Adrin, dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut fenomena sinkhole relatif sering terjadi di Indonesia, terutama di wilayah yang memiliki bentang alam karst atau kawasan batugamping. Beberapa daerah yang dikenal rawan antara lain Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros, yang secara geologi memiliki lapisan batugamping cukup tebal di bawah permukaan tanah.

Ia menambahkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam mitigasi sinkhole adalah sulitnya mendeteksi tanda-tanda awal kemunculannya. Proses pembentukan rongga berlangsung perlahan dan terjadi di bawah permukaan tanah, sehingga tidak mudah dikenali secara visual. Namun, keberadaan rongga batugamping sebenarnya dapat diidentifikasi melalui survei geofisika.

"Metode seperti gayaberat, georadar, dan geolistrik dapat digunakan untuk memetakan sebaran, kedalaman, dan ukuran rongga di bawah tanah. Metode ini memberikan gambaran citra kondisi bawah permukaan sehingga potensi sinkhole bisa diantisipasi lebih dini," jelas Adrin.

Seperti diberitakan, fenomena sinkhole muncul di kawasan pertanian Pombatan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar. Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan tim ahli untuk mengkaji kemunculan sinkhole tersebut.

Baca artikel selengkapnya di sini.



(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads