Terjadi peristiwa karhutla (kebakaran hutan dan lahan) seluas 6 hektar di lahan gambut wilayah Kecamatan Teluk Sampit, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Kamis (15/01). Kini, masih ada titik kebakaran yang belum dapat dipadamkan akibat minimnya sumber air dan tak ada akses jalan darat.
Lokasi kebakaran tepatnya terjadi di lahan kosong pada jalan provinsi Ujung Pandaran menuju RT.04 Kelurahan Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotim pada siang hari sekitar pukul 12.25 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotim Multazam, menerangkan karhutla terjadi berawal adanya aktivitas masyarakat. kondisi cuaca panas dan angin kencang membuat api merembet cepat ke sekitar lahan tersebut.
"Lokasinya berada pada vegetasi lahan gambut. Penyebab kebakaran karena adanya aktivitas masyarakat yang menyebabkan terjadi karhutla. Pada saat kejadian, angin meniup cukup kencang sehingga api semakin menyebar dan menghasilkan asap tebal," ujarnya kepada detikKalimantan, Jumat (16/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Multazam menerangkan kondisi kemarau di daerah tersebut membuat sumber air menjadi minim. Tim hanya bisa melakukan pemadaman pada segmen atau titik-titik yang dapat dijangkau.
"Lokasi kebakarannya berada pada titik minim sumber air, mengingat sedang kondisi kemarau," ungkapnya.
Adapun kondisi terkini, masih terjadi kebakaran pada satu segmen lokasi lainnya secara terpisah. Tim berupaya melakukan monitor pada segmen yang tidak bisa dipadamkan akibat sulitnya akses jalan darat serta minimnya sumber air. Tim lapangan yang terlibat diantaranya Tim TRC BPBD Kabupaten Kotim 16 orang, Kapolsek Jaya Karya, Babinsa dari Koramil 1015/01 MHS, Kades Ujung Pandaran, pihak perusahaan PT Siemon Agri, MPA Teluk Sampit dan KPHP Menteng Selir.
"Satu lokasi kebakaran padam, sementara 1 segmen lokasi lainnya (terpisah) masih terbakar. Petugas kesulitan melaksanakan pemadaman karena tidak tersedia akses darat dan tidak tersedia air. Jadi untuk saat ini masih dilakukan monitor pada segmen yang tidak bisa dipadamkan. Berada di daerah Sungai Tinggiran," ujarnya.
Multazam berharap agar pemerintah desa dapat menyiagakan peralatan pemadam kebakaran. Serta masyarakat dan perusahaan sekitar agar berhati-hati saat membakar sampah dan tidak membakar lahan ketika melakukan pembukaan lahan.
"Dihimbau kepada warga masyarakat agar berhati-hati apabila melakukan pembakaran sampah, mengingat sudah memasuki musim kemarau. Petani perkebunan disarankan tidak menggunakan cara membakar dalam pembukaan lahan," pungkasnya.
(des/des)
