Habib Rizieq Sebut Ada Materi 'Mens Rea' Pandji yang Menistakan Agama

Habib Rizieq Sebut Ada Materi 'Mens Rea' Pandji yang Menistakan Agama

Lisye Sri Rahayu - detikKalimantan
Selasa, 13 Jan 2026 22:00 WIB
Habib Rizieq Shihab memberikan tausyiah di reuni 212. Habib Rizieq mengaku awalnya tidak ingin ikut reuni 212 jika dalam bentuk demo.
Ilustrasi Habib Rizieq Shihab/Foto: Andhika Prasetia
Balikpapan -

Habib Rizieq Shihab menyoroti materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono yang menyinggung soal salat. Ia meminta bagian lawakan yang dinilai menistakan agama itu dihapus.

Dikutip detikNews, Habib Rizieq menyampaikannya dalam ceramah di akun YouTube Islami Brotherhood Television, Selasa (13/1/2026). Awalnya ia mengaku tidak masalah jika Pandji ingin menyampaikan kritik kepada pemerintah melalui lawakan.

Lantas, Habib Rizieq menyoroti materi lawakan Pandji yang menyinggung soal salat. Ia heran materi lawakan itu membuat orang-orang tertawa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ternyata dalam komedinya, dalam gurauannya, dalam candaannya, Saudara, dia bercanda juga soal salat, ini yang berat. Dia katakan, 'ada kelompok kalau pilih pemimpin, pokoknya pemimpin syaratnya nggak boleh bolong salatnya', orang ketawa, Saudara," ucap Habib Rizieq.

Habib Rizieq kemudian menekankan umat Islam memang harus memilih pemimpin yang menjalankan salat. Ia meminta agar tak ada yang mengolok-olok soal salat.

"Loh memang kenapa kalau umat Islam mensyaratkan pemimpin itu harus salat, Saudara? Itu kan ajaran Islam. Nggak boleh kita memilih pemimpin yang nggak salat, haram! Sepintar apapun dia, sehebat apapun dia, Saudara, bergelar profesor, doktor, hebat mimpinnya, kita tahu dia tidak salat, haram. Itu ajaran Islam, jangan kau hina," lanjutnya.

"Jadi kalau orang Islam wajib memilih pemimpin yang salatnya nggak bolong. Bagus tidak? Bagus tidak? Perlu tidak? Kalau orang Islam diolok-olok, dihina-hina tentang pilihannya, nggak boleh, Saudara," katanya.

Habib Rizieq kemudian menanggapi pernyataan Pandji soal orang yang salat namun tetap korupsi. Habib Rizieq menyebut 'salat adalah benteng dari maksiat' merupakan firman Allah.

"Sudah disampaikan lagi 'Ah, salat itu nggak bolong, rutin salat, ternyata apa? Masih banyak yang korupsi, masih banyak yang maksiat'. Ini penghinaan terhadap Ayat Suci Al-Qur'an. Seolah-olah yang dia mau sampaikan pesan 'bohong kalau salat itu jadi benteng maksiat'. Dengan dalil banyak yang salat tetap maksiat, ada pejabat salat tapi tetap korupsi, itu dijadikan dalil. Jadi seolah-olah dikatakan nggak betul itu salat benteng dari maksiat," ucapnya.

"Saudara tunggu dulu, yang mengatakan salat benteng maksiat itu adalah Allah, Al-Qur'anul karim, Allah yang mengatakan, Saudara. Inna sholata tanha anil fahsyai wal munkar, itu firman siapa? Firman siapa? Berarti itu syiar atau bukan? Syiar Allah nggak? Apa boleh dihina? Apa boleh dicanda-candain? Apa boleh diolok-olokin? Nggak boleh. Hati-hati, Saudara," kata dia.

Ia meminta agar pelawak jangan berfatwa soal salat. Ia menyarankan agar bertanya mengenai hal itu kepada ulama.

"Nah soal protes dia, 'loh tapi ada orang salat, ada korupsi', Saudara, Anda nggak usah berfatwa, Anda bukan ulama, Anda pelawak. Anda pelawak, Anda bukan ulama, jangan langsung mengambil kesimpulan," ucap dia.

"Tapi kalau Anda mau bertanya boleh, wajib, tanyakan kepada ahlinya, tanyakan kepada ulama, kalau kau bingung, kalau kau tak tahu, kenapa ada orang salatnya rajin tapi tetap korupsi, tanya kepada ulama, jangan kau belagu sok sebagai ulama," jelasnya.

Banyak Netizen Bela Pandji

Habib Rizieq menyinggung banyak netizen yang membela Pandji di media sosial. Menurut Habib Rizieq, tak masalah jika netizen membela hak Pandji untuk bersuara, tapi tidak bagian mengolok-olok agama.

"Saya kalau urusan agama saya nggak peduli, Pak. Ada hina-hina agama, saya lawan, saya nggak peduli. Walaupun di medsoc saat ini banyak netizen bela dia. Saya paham netizen ramai-ramai bela ini waktu dia dilaporkan ke polisi, netizen marah-marah, 'kenapa begini, ini pembungkaman' dan seterusnya," jelasnya.

"Sudah betul niat netizen membela hak dia untuk mengkritik pemerintah, silakan. Tapi netizen khususnya orang Islam nggak boleh diam dari penghinaan yang dilakukan terhadap salat," imbuhnya.

Menurut Habib Rizieq, jika ada orang salat tapi masih melakukan maksiat, jangan salahkan salatnya. Tapi pertanyakan cara individu tersebut melakukan salat.

"Kalau ada salat yang nggak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, jangan nyalahin Allah, jangan nyalahin ayat Qur'an, jangan ngolok-olok itu ayat, itu ajaran, jangan. Karena kalau ada yang nggak beres, kalau ada orang salat tapi tetap maksiat, berarti ada yang nggak beres dengan salatnya, Saudara. Ini orang cara ngerjainnya ada yang nggak beres, jadi jangan ayat Al-Qur'annya, jangan nyalahin salatnya, jangan nyalahin juga perintah salatnya, salahkan diri sendiri kenapa nggak beres melaksanakan salatnya," terangnya.

Pandji menyampaikan lawakan soal salat itu dalam acara 'Mens Rea' yang tayang di platform digital. Habib Rizieq meminta lawakan soal salat yang diduga menistakan agama itu dihapus.

"Jadi kita minta tobat minta maaf, kita ingatkan juga rekamannya yg ada di Netflix bagian yang menghina salat tadi, hapus! Ini ada di Netflix, ditonton jutaan orang, jutaan orang menonton dan pihak Netflix wajib cabut rekaman tersebut sekurangnya hapus bagian yang menistakan agama," tutupnya.

Baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Video Rizieq Nilai Materi 'Mens Rea' Menista Agama, Tuntut Pandji Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads