Internasional

Iran Semakin Mencekam, Korban Aksi Protes Capai 544 Jiwa

Deutsche Welle (DW) - detikKalimantan
Senin, 12 Jan 2026 16:30 WIB
Kebakaran besar di sebuah masjid distrik Saadatabad, barat laut Teheran, Iran pada 8 Januari 2026. Foto: Via Iran International
Balikpapan -

Gelombang unjuk rasa di Iran terus berlanjut di tengah situasi yang semakin genting akibat penindakan aparat yang kian agresif. Bahkan tercatat sudah ada ratusan orang tewas dalam insiden ini.

Protes digaungkan akibat krisis ekonomi yang mencapai puncaknya pada akhir Desember 2025. Pemerintah dianggap gagal menangani krisis, ditambah lagi tindakan aparat yang respresif.

Pemerintah merespons protes ini dengan memutus akses internet dan memblokir jaringan telepon, yang menyulitkan jurnalis serta aktivis HAM untuk memantau kondisi lapangan secara menyeluruh. Meskipun risiko keamanan sangat tinggi, semangat para demonstran dilaporkan tidak surut.

"Rezim sedang berjuang untuk mempertahankan kekuasaan, tapi rakyat Iran juga sedang berjuang," kata aktivis Jerman-Iran Daniela Sepheri kepada DW, dikutip detikNews.

Laporan dari aktivis menyoroti brutalitas aparat keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pasukan keamanan dituduh menargetkan pengunjuk rasa secara langsung dan bahkan berupaya masuk ke rumah sakit untuk menculik korban yang sedang dirawat.

"Kami hanya bisa memperkirakan bahwa dalam dua atau tiga hari terakhir saja, mungkin sudah ada ribuan orang yang dibunuh," lanjut Sepheri.

Kesenjangan sosial yang melebar, di mana kelas menengah kian menghilang sementara kaum elite semakin kaya, menjadi konteks sosial yang memperparah kemarahan publik. Diperkirakan jumlah korban tewas sebenarnya bisa mencapai ribuan dalam beberapa hari terakhir, namun angka pastinya sulit diverifikasi karena minimnya akses informasi.




(bai/bai)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork