Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prediksi cuaca mingguan periode 9-15 Januari 2026. Khusus Pulau Kalimantan, diprediksi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Bulan Januari-Februari 2026, menurut BMKG memang merupakan puncak musim hujan di Indonesia bagian selatan dan timur. Hal ini dikarenakan puncak musim hujan terjadi lebih awal dibandingkan dengan kondisi biasanya.
Prediksi Cuaca 10-11 Januari 2026
Waspada: Hujan sedang
Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siaga: Hujan lebat-Sangat lebat
Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Maluku Utara, Papua Selatan.
Angin Kencang
Maluku, Kepulauan Riau, Papua Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan.
Prediksi Cuaca 12-15 Januari 2026
Waspada: Hujan sedang
Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan.
Siaga: Hujan lebat-Sangat lebat
Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Papua, Angin Kencang, Maluku, Balu, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Papua, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya.
Angin Kencang
Maluku, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Papua, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya.
Ada lima faktor fenomena atmosfer yang menyebabkan hal ini. Kelimanya adalah kondisi La Nina yang lemah, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial di sebagian besar wilayah RI, terjadi anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif, perambatan gelombang ekuator, dan kondisi atmosfer yang labil.
Baca artikel selengkapnya di sini.
(bai/bai)
