Saat Gibran Naik Perahu Karet-Beri Atensi Khusus Banjir Kalsel

Round-up

Saat Gibran Naik Perahu Karet-Beri Atensi Khusus Banjir Kalsel

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Sabtu, 10 Jan 2026 11:30 WIB
Wapres Gibran naik perahu karet mengecek kondisi banjir di Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (8/1/2026). (dok Setwapres)
Wapres Gibran naik perahu karet mengecek kondisi banjir di Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (8/1/2026). Foto: dok Setwapres
Balikpapan -

Banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) meluas hingga ke sejumlah daerah, mulai dari Banjarmasin, Balangan, hingga Banjar. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada pekan ini meninjau langsung ke lokasi dan memberi atensi khusus.

Gibran mengunjungi dua lokasi pada Kamis (8/1), yakni di Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan dan Desa Sungai Tabuk Keramat, Kabupaten Banjar. Gibran juga sempat naik perahu karet untuk mengecek kondisi banjir.

Ia pun akan terus melakukan koordinasi dengan Gubernur dan Bupati setempat. Gibran mengatakan bahwa sudah melihat beberapa lokasi banjir di Kalsel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang di Tebing Tinggi tadi sudah pemulihan ya, ini (Desa Sungai Tabuk Keramat) mungkin ya harus dapat atensi khusus. Nanti kami kebut lagi untuk percepatan," ujar Gibran.

Mengenai arahan khusus, Gibran mengiyakan. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Banjar dan Kabupaten Balangan juga harus menjadi atensi.

"Selain Aceh, Sumatera dan Sumatera Barat," tutupnya.

Soroti Sungai-Perbaiki Rumah

Dalam kesempatan tersebut, Gibran menegaskan pentingnya normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi guna mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.

"Sungainya perlu dinormalisasi agar ke depan tidak terjadi banjir bandang lagi," tegasnya.

Gibran juga menekankan pentingnya perhatian optimal bagi kelompok rentan dan memastikan layanan dasar tetap berjalan optimal.

"Warga yang mengungsi, terutama lansia, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan kaum disabilitas, harus benar-benar diperhatikan. Pastikan dapur umum menyediakan makanan tiga kali sehari dan posko kesehatan tetap aktif 24 jam," tegas Wapres.

Dia meminta agar ketersediaan obat-obatan, air bersih, sanitasi, serta fasilitas pendukung lainnya terus terjaga, guna mencegah munculnya penyakit akibat banjir berkepanjangan. Pemerintah pusat, atas arahan Presiden, bakal mempercepat penanganan darurat dan pemulihan wilayah terdampak.

"Rumah-rumah yang rusak akan diperbaiki oleh pemerintah. Untuk sementara Bapak-Ibu tetap di sini dulu, dan pemulihan akan kita percepat," ujar Wapres.

Ratusan Ribu Orang Terdampak

Khusus di Banjar, sedikitnya ada 121 desa dan kelurahan yang terendam banjir. Terhitung sepanjang pekan awal Januari 2026, sudah ada 43.469 kepala keluarga terdampak.

Adapun total jiwa mencapai 122.353 ribu korban terdampak banjir. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha mengatakan status Tanggap Darurat pun akan diperpanjang hingga pekan depan.

"Sejak Januari 2026, jumlah korban dari banjir mencapai 43.469 ribu KK. Kalau jiwa sudah mencapai 122 ribu sekian," ungkap Wasis, Kamis (8/1/2026).

Halaman 2 dari 3
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads