3 Hari Sekadau Dilanda Banjir, 4.205 Jiwa dan 804 Rumah Terdampak

3 Hari Sekadau Dilanda Banjir, 4.205 Jiwa dan 804 Rumah Terdampak

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Jumat, 09 Jan 2026 21:31 WIB
Banjir melanda Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar). (Istimewa)
Foto: Banjir melanda Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar). (Istimewa)
Sekadau -

Sebanyak 804 rumah warga di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) terendam banjir. Total jiwa yang terdampak musibah ini sebanyak 4.205 orang.

"Data ini merupakan laporan awal yang kami terima dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) kabupaten," kata Koordinator Harian UPT Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kalbar, Daniel, Jumat (9/1/2026).

Daniel menerangkan, banjir melanda sejumlah wilayah di Sekadau sejak 7 Januari 2026. Saat ini, genangan air masih terdapat di beberapa titik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia merincikan di Desa Melati, Kecamatan Nanga Taman, ada 246 Kepala Keluarga (KK) atau 902 jiwa terdampak banjir dengan jumlah 227 rumah terendam air.

Kemudian di Desa Mongko, Kecamatan Nanga Taman, ada 537 KK atau 1.921 jiwa terdampak banjir serta 227 rumah terendam.

Sementara di Desa Lembah Beringin, Kecamatan Nanga Mahap, tercatat 417 KK atau 1.382 jiwa terdampak dan 350 rumah terendam banjir.

"Untuk kejadian bencana alam yang terjadi hari ini dan beberapa hari terakhir, mayoritas dipicu hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat," kata Daniel.

Berdasarkan prakiraan BMKG, Kalbar masih berpotensi diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, Daniel mendorong pemerintah daerah segera menetapkan status siaga banjir dan tanah longsor.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah pesisir dan bantaran sungai, karena potensi banjir bisa meluas hampir di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat," ucap Daniel.

Menurutnya, selain faktor hujan, kondisi infrastruktur seperti sungai, parit, dan drainase yang tidak berfungsi maksimal turut mempercepat terjadinya banjir.

"Ini menjadi peringatan bagi kita semua, mulai dari masyarakat, RT, dusun, desa hingga kecamatan, untuk bersama-sama melihat kesiapan lingkungan masing-masing dalam menampung air hujan. Jika tidak siap, maka banjir akan sulit dihindari," imbaunya.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads