Operasi Penangkapan Maduro Disebut Tewaskan 100 Orang

Internasional

Operasi Penangkapan Maduro Disebut Tewaskan 100 Orang

Novi Christiastuti - detikKalimantan
Kamis, 08 Jan 2026 12:30 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat ditangkap mengenakan sweater Nike Tech Fleece.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat ditangkap mengenakan sweater Nike Tech Fleece. Foto: Dok. X
Caracas -

Operasi Amerika Serikat (AS) dalam penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro disebut telah menewaskan ratusan orang. Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, menyebut ada sedikitnya 100 orang tewas dan puluhan orang luka-luka.

Dalam konfirmasi pertama, militer Venezuela mengatakan sedikitnya 24 tentara tewas. Terdapat lima personel militer berpangkat Laksamana yang tewas akibat serangan AS tersebut.

Kemudian Cabello dalam pernyataan terbaru lewat televisi pemerintah Venezuela, seperti dilansir AFP, Kamis (8/1/2026), mengungkapkan jumlah total korban tewas akibat serangan militer AS itu. Namun dia tidak merinci lebih lanjut apakah jumlah itu gabungan korban militer dan sipil, atau korban sipil saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejauh ini -- dan maksud saya sejauh ini -- ada 100 orang tewas dan jumlah yang sama terluka. Serangan terhadap negara kita sangat mengerikan," kata Cabello dalam pernyataannya.

Sementara kondisi Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam kondisi terluka, namun kini dalam masa pemulihan. Saat sidang perdana digelar di pengadilan Manhattan, New York, pada Senin (5/1) waktu AS, Maduro dan istrinya terlihat mampu berjalan sendiri.

Keduanya sama-sama mengaku tidak bersalah atas dakwaan-dakwaan yang dijeratkan jaksa federal AS, yang mencakup tuduhan konspirasi narkoterorisme.

Laporan terpisah dari pejabat AS, seperti dikutip The Washington Post, menyebut bahwa 75-80 orang tewas dalam operasi penangkapan Maduro di Caracas. Angka itu mencakup tentara Venezuela, personel keamanan Kuba, dan warga sipil yang terjebak dalam pertempuran.

Baca artikel selengkapnya di sini.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads