Maduro Ditangkap AS, Zohran Mamdani Sebut Pelanggaran Hukum

Internasional

Maduro Ditangkap AS, Zohran Mamdani Sebut Pelanggaran Hukum

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikKalimantan
Minggu, 04 Jan 2026 17:00 WIB
NEW YORK, NEW YORK - JULY 02: New York Mayoral Candidate Zohran Mamdani speaks during a press conference at the Hotel & Gaming Trades Council building on July 02, 2025 in New York City. Mamdani celebrated his mayoral primary victory with leaders and members of the city’s labor unions, including the Hotel and Gaming Trades Council, 32BJ SEIU, New York State Nurses Association, and NY City Central Labor Council, and received the endorsements of these unions. (Photo by Michael M. Santiago/Getty Images)
Wali Kota New York Zohran Mamdani. Foto: Michael M. Santiago/Getty Images
New York -

Wali Kota New York Zohran Mamdani turut angkat bicara menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan sang istri oleh Amerika Serikat (AS). Zohran Mamdani menilai apa yang dilakukan AS sebagai tindakan perang dan melanggar hukum.

Dikutip detikNews dari akun X miliknya, Mamdani memberikan respons karena Maduro dikabarkan ditahan di tahanan federal Kota New York. Maduro sendiri kini telah berada di AS dengan penjagaan ketat oleh FBI.

"Pagi ini saya mendapat pengarahan (briefing) tentang penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya oleh militer AS, serta rencana penahanan mereka di tahanan federal di Kota New York," jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Mamdani menyebut bahwa tindakan AS merupakan penyerangan negara berdaulat secara sepihak. Dan berdasarkan hukum internasional, hal itu termasuk pelanggaran.

"Menyerang negara berdaulat secara sepihak adalah tindakan perang dan pelanggaran hukum federal dan internasional," imbuhnya.

Mamdani menegaskan bahwa upaya penggulingan rezim di Venezuela secara tidak langsung juga berdampak ke New York, mengingat ada puluhan ribu warga New York yang berasal dari Venezuela.

"Upaya terang-terangan untuk menggulingkan rezim ini tidak hanya berdampak pada mereka yang berada di luar negeri, tetapi juga berdampak langsung pada warga New York, termasuk puluhan ribu warga Venezuela yang tinggal di kota ini," tulisnya.

Untuk saat ini, Mamdani menegaskan akan fokus pada keselamatan warganya serta memantau perkembangan terbaru dari perkara yang dituduhkan kepada Maduro.

"Fokus saya adalah keselamatan mereka dan keselamatan setiap warga New York, dan pemerintahan saya akan terus memantau situasi dan mengeluarkan imbauan," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan elite Delta Force yang dikerahkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (3/1) pagi. Usai ditangkap, Maduro dibawa ke AS dengan dikawal FBI.

Dikutip dari AFP pada Minggu (4/1), Maduro dikawal ketat oleh agen FBI ketika menuruni tangga pesawat AS di Garda Nasional tersebut. Pemimpin sayap kiri Venezuela itu juga diperkirakan akan dibawa ke Kota New York untuk menghadapi proses hukum atas tuduhan perdagangan narkoba.

Washington menjelaskan alasan penangkapan, yakni bahwa pasangan tersebut dan tokoh publik Venezuela lainnya bertanggung jawab atas terorisme narkoba, perdagangan narkoba, dan kejahatan lainnya yang ditolak Caracas.

Baca selengkapnya di sini.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads