Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menuai kritikan usai memberikan jawaban kontroversial soal banjir di beberapa wilayah Kalsel. Dalam video viral, dia mengatakan banjir bisa dicegah dengan memperbanyak acara.
Pernyataan itu diketahui dia ucapkan dalam sambutan acara peringatan Hari Jadi Barito Kuala, Minggu (4/1/2026). Dia mengaitkan dengan praktik 'memindahkan hujan' seperti yang dilakukan pawang dalam sebuah acara.
"Kita ini menghadapi cuaca yang ekstrem. Biasanya ini pada bulan Januari, habis bulan Januari mudah-mudahan kita aman. Tetapi untuk di bulan Januari ini mudah-mudahan seperti ini terus, bila ada acara orang memindah hujan, jadi banyaki acara aja sudah kita," ujar Muhidin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, diakhir kalimat Muhidin turut menyebutkan bahwa jika bisa acara juga diadakan di gunung-gunung, agar hujan bisa dipindahkan ke tempat lain. Sebab sebutnya, pada acara Harjad Batola itu sempat mendung namun akhirnya tidak jadi hujan.
Sontak, pernyataan Muhidin itupun ramai diperbincangkan di sosial media. Banyak warga Banjarmasin yang menyayangkan ucapan seorang Gubernur yang tak empati terhadap kondisi warganya.
Dikonfirmasi awak media usai pelantikan sejumlah eselon II Pemprov Kalsel, Selasa (6/1/2026), Muhidin menjelaskan mengenai pernyataannya beberapa hari sebelumnya.
"Kemarin kan orang salah tafsir. Mengenai itu kan kalau orang banyak kegiatan, banyak acara, menghindarkan hujan, maka kita terhindar hujan," tutur Muhidin.
Jadi, ucap Muhidin perbanyak kegiatan yang ia maksud ini juga merupakan acara pernikahan, hajatan, maulid/habsyi. Yang mana, ia bermaksud bahwa setiap acara yang digelar baik masyarakat dan pemerintah di musim hujan biasanya mengundang pawang hujan, untuk memindahkan hujan ke tempat lain agar lokasi acara tak hujan.
"Jadi orang yang kegiatan itu bisa memindahkan hujan, nah begitu," pungkasnya.
(bai/bai)
