Lubang Muncul di Sawah Warga, Apa Itu Sinkhole dan Kenapa Bisa Terjadi?

Lubang Muncul di Sawah Warga, Apa Itu Sinkhole dan Kenapa Bisa Terjadi?

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Rabu, 07 Jan 2026 11:30 WIB
Warga melihat dari jauh sinkhole di Nagari Situjua Batua, Limapuluh Kota, Sumbar. (Antara/Fandi Yogari)
Foto: Warga melihat dari jauh sinkhole di Nagari Situjua Batua, Limapuluh Kota, Sumbar. (Antara/Fandi Yogari)
Balikpapan -

Di hari Minggu (4/1/2026) siang sekitar pukul 11.00 WIB, saat Adrolmios alias Si Ad (61) menggarap sawah, ia dibuat kaget dengan munculnya lubang di sawah kawasan pertanian Pombatan itu.

Warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat dibuat heboh dengan penampakan lubang raksasa muncul di tengah lahan persawahan tersebut. Sinkhole, begitu sebutan fenomena ini, ditemukan terdapat di sawah milik seorang warga di kawasan pertanian Pombatan.

Menurut Adrolmios, kejadian ini pertama kali diketahui Mak Etek Uwid, warga setempat yang sedang bekerja di sekitar lokasi. Tiba-tiba dia mendengar bunyi bergemuruh, seperti ledakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mak Etek menceritakan, dia mendengar suara seperti ledakan," lanjutnya.

Mak Etek Uwid kaget, ternyata di sawah garapan Adrolmios yang sebelumnya retak-retak karena kemarau, tiba-tiba muncul lubang besar. Lubang itu diameternya makin lama semakin besar.

Di dalamnya terdapat air dengan kedalaman diperkirakan mencapai sekitar 20 meter. Lubang itu pun kemudian jadi tontonan ratusan masyarakat. Polisi langsung datang untuk memasang police line di sekitar lokasi.

Hingga hari ini, Selasa (6/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota menyebut pergerakan tanah terus terjadi di lokasi sinkhole.

Mengenal Apa Itu Sinkhole?

Warga melihat dari jauh sinkhole di Nagari Situjua Batua, Limapuluh Kota, Sumbar. (Antara/Fandi Yogari)Warga melihat dari jauh sinkhole di Nagari Situjua Batua, Limapuluh Kota, Sumbar. (Antara/Fandi Yogari)

Fenomena lubang runtuhan atau yang disebut sinkhole bisa terjadi secara tiba-tiba. Dikutip dari United States Geological Survey (USGS), sinkhole atau lubang runtuhan adalah area cekungan di dalam tanah yang tidak memiliki drainase permukaan eksternal yang alami.

Laman British Geological Survey menyebut sinkhole adalah lubang amblas seperti piring yang terbentuk akibat runtuhnya atau terkikisnya lapisan batuan di bawahnya yang digunakan untuk menyangga material di permukaan.

Pada umumnya, ketika hujan turun, air tetap berada di dalam lubang runtuhan dan biasanya mengalir ke bawah permukaan. Luas sinkhole dapat bervariasi, dari beberapa meter hingga ratusan hektar, dan dari kedalaman kurang dari 1 hingga lebih dari 100 kaki.

Beberapa lubang runtuhan berbentuk seperti mangkuk atau piring dangkal, sementara yang lain memiliki dinding vertikal. Beberapa sinkhole ada yang menampung air dan membentuk kolam alami.

Bentuk sinkhole bergantung pada komposisi batuan di bawah permukaan dan berbagai proses interaksi yang terjadi. Sinkhole yang terbentuk akibat terkikisnya batuan yang dapat larut seperti kapur, gipsum, atau batu kapur disebut lubang amblas larutan.

Penyebab sinkhole atau lubang runtuhan biasa terjadi jika batuan di bawah permukaan tanahnya adalah batu kapur, batuan karbonat, lapisan garam, atau batuan yang secara alami dapat dilarutkan oleh air tanah yang bersirkulasi melaluinya. Ketika batuan ini larut, ruang dan gua-gua akan terbentuk di bawah tanah.

Cara Sinkhole Terbentuk

Sebuah lubang raksasa muncul di tengah lahan persawahan milik warga dii Nagari SItujuah Batua, Kabupaten 50 Kota, Sumbar. (Jeka Kampai/detikSumut)Sebuah lubang raksasa muncul di tengah lahan persawahan milik warga dii Nagari SItujuah Batua, Kabupaten 50 Kota, Sumbar. (Jeka Kampai/detikSumut)

Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward menjelaskan kepada detikSumut, bahwa sinkhole biasanya terjadi pada daerah-daerah yang di bawahnya ada batuan kapur atau gamping.

Dalam kasus di Jorong Tepi, Ade memperkirakan lubang raksasa yang muncul di daerah Situjuah Batua kemungkinan besar adalah batu kapur yang merupakan bagian dari bukit kapur di Halaban dan daerah PLTA Agam.

Fenomena sinkhole kerap terjadi di daerah batu kapur seperti di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota. Ade menjelaskan Nagari Situjuah merupakan kawasan batu kapur, namun tertutup oleh material erupsi Gunung Sago.

Kawasan subur ini umumnya dikelola oleh masyarakat setempat sebagai lahan pertanian. Dia mengatakan sifat dari kawasan batuan kapur adalah mudah larut jika terkena air hujan, kemudian terjadi retakan yang pada akhirnya menciptakan lubang besar atau disebut juga dengan fenomena sinkhole.

Dia menilai pemerintah setempat atau masyarakat setempat harus sesegera mungkin menutup atau menimbun lubang tersebut dengan material tanah, pasir, batu hingga dilakukan pengecoran demi mencegah kecelakaan.

"Jadi, ini bukan fenomena baru di Situjuah. Masyarakat lokal kerap menyebutnya dengan istilah Sawah Luluih," ujar dia.

Sinkhole paling sering terjadi di daerah yang disebut sebagai "daerah karst", yaitu daerah di mana jenis batuan di bawah permukaan tanahnya secara alami dapat larut oleh air yang bersirkulasi melaluinya. Ketika air dari curah hujan bergerak ke bawah melalui tanah, jenis-jenis batuan ini mulai larut. Jika tanah di atas tidak kuat, maka secara tiba-tiba dapat runtuh.

Biasanya, lubang runtuhan terbentuk dengan sangat lambat sehingga tidak banyak perubahan yang terlihat, tetapi sinkhole juga dapat terbentuk secara tiba-tiba ketika runtuhan terjadi. Runtuhan seperti ini dapat memiliki efek dramatis jika terjadi di lingkungan perkotaan.

Dilansir dari Department of Environmental Protection, selain jenis batuan yang ada di bawah permukaan tanah, air tanah yang melaluinya juga menjadi salah satu faktor utama penyebab terbentuk atau terjadinya sinkhole. Seperti pelapukan karena air tanah, penurunan permukaan air tanah, perubahan gradien air tanah, hingga perubahan pada sistem hidrologi yang menyebabkan sistem menjadi tidak stabil hingga memicu terjadinya runtuhan.

Tak hanya faktor alam, pengaruh aktivitas manusia juga mampu menyebabkan terjadinya sinkhole atau lubang runtuhan di tempat yang secara alamiah tidak seharusnya terjadi. Atau juga bisa menyebabkan terjadinya lubang runtuhan lebih cepat atau secara tiba-tiba daripada kondisi alami.

Dr Shimon Wdowinski, seorang profesor ilmu bumi dan lingkungan di Florida International University, mengatakan kepada WPTV jika pembangunan dan konstruksi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya tanah longsor dan sinkhole.

Wdowinski mengatakan sinkhole terjadi ketika air bawah tanah melarutkan medan, baik tanah, sedimen, atau batu secara alami dari waktu ke waktu, yang akhirnya menyebabkannya runtuh. Ia mengatakan keruntuhan tanah, di sisi lain, terjadi ketika sumber buatan manusia memicu tanah runtuh seketika.

Meskipun Wdowinski mengatakan sinkhole bukan buatan manusia, sinkhole dapat dipicu oleh lebih banyak konstruksi dan pembangunan.

"Di area dengan lebih banyak aktivitas manusia, kita lebih banyak mengganggu bawah permukaan," kata Wdowinski.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Detik-detik Munculnya Sinkhole di Shanghai"
[Gambas:Video 20detik] (aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads