Media sosial digegerkan dengan adanya patung macan putih yang dinilai anomali. Pasalnya, bentuk kepala dan wajah macan itu dianggap tidak seperti macan dengan proporsi lebih besar daripada seharusnya. Akibatnya, patung macan putih ini jadi bahan 'bullyan' warganet.
Dilansir detikJatim, patung macan putih itu terletak di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Alih-alih macan putih, warganet menyebut patung itu lebih mirip kuda nil dan zebra.
"Perpaduan antara Kudanil. Zebra. Jadinya macan putih🙈🙈," tulis seorang warganet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selalu belajar menghargai karya seni orang lain.. Itu lebih baik.. Itu mungkin hasil kawin silang antara macan dengan kambing mungkin," komentar warganet lainnya.
Meski sempat jadi bahan bercandaan di media sosial, ternyata banyak juga yang penasaran hingga datang langsung ke lokasi. Tak cuma warga Kediri sendiri, tetapi ada juga yang datang dari luar kota seperti Surabaya. Mereka yang sudah datang ke lokasi pun menyempatkan diri untuk berswafoto.
Salah satu pengunjung bernama Feracrus mengaku rela menempuh perjalanan sekitar tiga setengah jam menggunakan motor demi melihat ikon desa yang ramai diperbincangkan di internet.
"Sengaja datang kepengen lihat patung macan putih viral," kata Feracrus.
Kepala Desa Balongjeruk Safi'i pun mengatakan patung macan putih ini yang terinspirasi dari legenda lokal ini pun membawa berkah. Gara-gara viral dan banyak pengunjung, ekonomi Desa Balongjeruk pun terdampak secara positif. Jumlah pedagang UMKM di lokasi bertambah drastis.
"Awalnya mungkin sekitar 10 pedagang, sekarang setiap hari bertambah. Bisa lebih dari 100 pedagang yang berjualan di sekitar situ," jelasnya, Sabtu (3/1/2026).
Kreativitas warga juga muncul melalui oleh-oleh unik. Salah satunya kaus sablon bergambar patung macan putih "kuda nil". Kaus ini laris manis diburu pengunjung. Salah satu pedagang, Ningrum, mengaku terkejut dengan antusiasme pembeli yang membeludak sejak subuh.
"Saya baru kok mbak. Coba jualan di sini karena ramai ya. Bahkan subuh aja sudah banyak yang foto-foto," kata Ningrum.
Pemerintah Desa Balongjeruk pun berencana untuk melakukan penataan ulang lokasi patung agar lebih aman dan bisa dijadikan tempat wisata foto.
Baca selengkapnya di sini.
