Fakta-fakta Ejekan Patung Macan 'Kuda Nil' di Kediri Malah Bawa Berkah

Fakta-fakta Ejekan Patung Macan 'Kuda Nil' di Kediri Malah Bawa Berkah

Amir Baihaqi - detikJatim
Minggu, 04 Jan 2026 09:24 WIB
Fakta-fakta Ejekan Patung Macan Kuda Nil di Kediri Malah Bawa Berkah
Patung Macan Putih di Balongjeruk, Kediri yang banyak menyedot perhatian. (Foto: Andhika Dwi/detikJatim)
Kediri -

Jagat maya sempat dihebohkan penampakan patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Alih-alih terlihat garang, justru dinilai netizen lebih mirip kuda nil hingga zebra.

Namun siapa sangka, ejekan patung yang berada di jalan simpang tiga desa itu justru berubah menjadi guyuran cuan bagi warga sekitar. Berikut fakta-faktanya:

1. Desa Balongjeruk kini ramai dikunjungi warga yang penasaran

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desa yang semula tenang kini mendadak ramai bak pasar kaget. Sejak viral, banyak warga dari luar kota seperti Surabaya sengaja datang jauh-jauh hanya untuk berswafoto dengan patung yang disebut-sebut punya wajah "gemoy" tersebut.

Kepala Desa Balongjeruk, Safi'i mengungkapkan bahwa fenomena ini membawa dampak ekonomi yang luar biasa bagi warganya. Jika awalnya hanya ada sekitar 10 pedagang, kini jumlahnya melonjak drastis.

ADVERTISEMENT

"Awalnya mungkin sekitar 10 pedagang, sekarang setiap hari bertambah. Bisa lebih dari 100 pedagang yang berjualan di sekitar situ," terang Safi'i saat dihubungi, Sabtu (3/1/2026).

2. Muncul juga cinderamata patung macan

Tak hanya makanan dan minuman, kreativitas warga juga muncul melalui cendera mata unik. Kaos sablon bergambar patung macan putih "kuda nil" ini laris manis diburu pengunjung. Salah satu pedagang, Ningrum, mengaku terkejut dengan antusiasme pembeli yang membeludak sejak subuh.

"Saya baru kok mbak. Coba jualan di sini karena ramai ya. Bahkan subuh aja sudah banyak yang foto-foto," ujar Ningrum. Ia menambahkan bahwa permintaan kaosnya sangat tinggi. "Ini bawa sedikit soalnya cuma buat contoh. Tapi langsung banyak yang pesen. Ini tadi baru masuk lagi 50 pesanan buat tanggal 25 dari pemerintah sini," imbuhnya.

3. Kades apresiasi perhatian pro dan kontra patung yang didirikan

Meski bentuknya menuai polemik, Safi'i mengaku tetap mengapresiasi perhatian publik. Baginya, kritik dan saran dari warganet adalah bahan evaluasi, namun ia bersyukur karena hal tersebut justru mengangkat nama desa ke kancah internasional.

"Semua kritik dan saran kami terima. Insyaallah patung ini akan kami perbaiki agar lebih aman dan lebih baik ke depannya," jelas Safi'i.

4. Cerita aneh pematung macan

Sang pematung, Suwari menceritakan ada pengalaman janggal saat ia mengerjakan patung tersebut. Meski sudah memiliki desain awal, ia merasa ada dorongan yang sulit dijelaskan saat membentuk wujud macan tersebut.

"Meski sudah mengikuti desain, tangan ini rasanya seperti 'dibelokkan' saat membentuk patung. Seperti bukan yang biasanya," kenang Suwari.

Kini, Desa Balongjeruk tak lagi sekadar dikenal lewat pohon beringin tuanya, melainkan lewat "Macan Kuda Nil" yang membawa berkah ekonomi bagi seluruh warga desa.




(dpe/abq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads