Kementerian Kesehatan mencatat ada 62 kasus influenza varian H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai 'super flu' di Indonesia. 18 kasus di antaranya terjadi di Kalimantan Selatan.
Dikutip detikHealth dari analisis epidemiologi yang dirilis Kemenkes RI, data hingga akhir Desember menunjukkan kasus terbanyak terjadi di Jawa Timur sebanyak 23 kasus, disusul Kalimantan Selatan 18 kasus, dan Jawa Barat 10 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Diauddin menyebut bahwa super flu atau virus influenza merupakan kasus flu musiman. Pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan dan survei dari penderita super flu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini berdasarkan hasil surveilans rutin penyakit pernafasan yang dilakukan pemerintah," ujar Diauddin, Sabtu (3/1/2026).
Diauddin menerangkan bahwa hingga saat ini, tak ada bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa super flu lebih berbahaya atau lebih mematikan dari flu biasa.
"Sebagian besar kasus menunjukan gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan penanganan standar," ungkapnya.
Kendati demikian, Diauddin tetap mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terutama kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, atau orang dengan penyakit penyerta.
Diauddin meminta agar masyarakat tetap melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker, mencuci tangan sehabis memegang atau melakukan sesuatu, serta segera pergi ke fasilitas kesehatan apabila gejala flu terasa semakin memberat.
"Perlu diketahui saat ini sistem kesehatan di Kalsel dalam kondisi siaga dan terkendali," pungkasnya.
Sekedar diketahui, dari sisi karakteristik pasien mayoritas kasus terjadi pada perempuan, yakni 64,5 persen atau sekitar 40 kasus. Temuan ini menunjukkan kelompok perempuan menjadi salah satu populasi yang paling terdampak dalam sebaran kasus saat ini.
Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, anak usia 1 hingga 10 tahun menjadi kelompok dengan proporsi tertinggi, mencapai 35,5 persen dari total kasus. Posisi berikutnya ditempati kelompok usia 21 hingga 30 tahun sebesar 21,0 persen, disusul usia 11 hingga 20 tahun sebesar 19,4 persen.
Sementara itu, kelompok usia di atas 60 tahun tercatat menyumbang 8,1 persen dari total kasus, yang menjadi perhatian mengingat lansia termasuk kelompok berisiko mengalami komplikasi lebih berat akibat influenza.
(aau/aau)
