Ada 18 Kasus 'Super Flu' Tercatat di Kalimantan Selatan

Ada 18 Kasus 'Super Flu' Tercatat di Kalimantan Selatan

Sarah Oktaviani Alam - detikKalimantan
Kamis, 01 Jan 2026 15:31 WIB
Virus Tidak Termasuk Makhluk Hidup
Ilustrasi virus. Foto: kjpargeter/Freepik
Balikpapan -

Kementerian Kesehatan mencatat ada 62 kasus influenza varian H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai 'super flu' di Indonesia. 18 kasus di antaranya terjadi di Kalimantan Selatan.

Dikutip detikHealth dari analisis epidemiologi yang dirilis Kemenkes RI, data hingga akhir Desember menunjukkan kasus terbanyak terjadi di Jawa Timur sebanyak 23 kasus, disusul Kalimantan Selatan 18 kasus, dan Jawa Barat 10 kasus. Wilayah Sumatera Selatan melaporkan 5 kasus, dan masing-masing satu kasus tercatat di Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta.

Kemenkes mengungkapkan, kasus super flu paling awal terdeteksi di Jawa Tengah, sedangkan temuan terbaru terjadi di Jawa Barat. Pola penyebaran ini menjadi dasar penguatan kewaspadaan di wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sisi karakteristik pasien, mayoritas kasus terjadi pada perempuan, yakni 64,5 persen atau sekitar 40 kasus. Temuan ini menunjukkan kelompok perempuan menjadi salah satu populasi yang paling terdampak dalam sebaran kasus saat ini.

Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, anak usia 1 hingga 10 tahun menjadi kelompok dengan proporsi tertinggi, mencapai 35,5 persen dari total kasus. Posisi berikutnya ditempati kelompok usia 21 hingga 30 tahun sebesar 21,0 persen, disusul usia 11 hingga 20 tahun sebesar 19,4 persen.

Sementara itu, kelompok usia di atas 60 tahun tercatat menyumbang 8,1 persen dari total kasus, yang menjadi perhatian mengingat lansia termasuk kelompok berisiko mengalami komplikasi lebih berat akibat influenza.

Terpisah, spesialis paru dr Erlina Burhan menekankan mereka yang bergejala sebaiknya menunda aktivitas padat, hingga keluhan berangsur mereda. Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan masker agar lingkup terdekat tidak ikut tertular.

"Untuk orang yang berisiko sebaiknya kembali mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat," beber dia kepada detikcom Kamis (1/1/2026).

"Seperti makan dengan nutrisi yang seimbang, cukup istirahat, berhenti merokok, olahraga yang cukup," pungkasnya.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads