Adakah Seleksi CPNS 2026? Ini Kata MenPAN-RB

Nasional

Adakah Seleksi CPNS 2026? Ini Kata MenPAN-RB

Devita Savitri - detikKalimantan
Jumat, 02 Jan 2026 20:36 WIB
MenPAN-RB Rini Widyantini
MenPAN-RB Rini Widyantini. Foto: KemenPAN-RB
Jakarta -

Masih banyak masyarakat yang menanyakan terkait seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS), apakah ada bukaan pada 2026 ini? Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini sempat menjawabnya.

Menpan Rini menegaskan hingga Desember kemarin belum ada informasi resmi untuk rekrutmen CPNS 2026. Pihaknya menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto dan masih menghitung kebutuhan pegawai pemerintah dari kementerian/lembaga (K/L).

"Kita lihat dulu, belum ada arahan dari bapak presiden. Kan kita harus hitung lagi, karena ini kan per 5 tahunan, ini sudah kemarin kan yang 2024," tuturnya Desember lalu, dikutip dari detikFinance, Jumat (2/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bocoran Formasi Kemenkeu-BRIN

Meski belum ada info resmi seleksi CPNS 2026, ada dua K/L yang sudah memberi bocoran ingin membuka formasi. Keduanya adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan kementeriannya akan memfokuskan seleksi CPNS untuk lulusan PKN STAN dan lulusan SMA. Kemenkeu menyatakan akan membuka kuota 279 bagi lulusan STAN dan 300 untuk lulusan SMA.

Bagi lulusan STAN penempatan kemungkinan akan disesuaikan dengan jurusan masing-masing. Sedangkan bagi lulusan SMA akan ditugaskan menjadi petugas lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

"Bea Cukai perlu tenaga lapangan. Tenaga teknis Bea Cukai itu kan ada di mana-mana. Karena kurang orang, kami akan rekrut 300 orang lulusan SMA di seluruh Indonesia, direkrut di masing-masing lokasinya," ujar Purbaya dikutip dari Kantor Berita Antara.

Sementara Kepala BRIN Arif Satria menyebut formasi yang mungkin dibuka adalah periset di bidang-bidang yang prioritas, seperti pemuliaan tanaman, nanoteknologi, genomics, antariksa, sains material, hingga bidang teknologi keberlanjutan.

Menurut Arif, jumlah periset di RI saat ini kurang lebih 300 orang per satu juta penduduk. Jumlah ini dinilai sedikit mengingat di negara maju ada yang mencapai hingga 4.000 orang per satu juta penduduk.

Tidak hanya bidang sains, Arif juga menekankan pentingnya ahli bidang sosial. Dengan begitu, kolaborasi lintas bidang bisa dilakukan agar riset semakin tepat guna.

"Jadi kita mau tidak mau, talent spotting untuk peneliti tangguh ini harus benar-benar kita perkuat. Dan karena itu ekosistem riset ini harus kita jaga, membuat orang nyaman dan membuat orang tertarik untuk menjadi peneliti, menjadi periset," tandas Arif.

Baca artikel selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads